Dituduh Korupsi, PWI Bengkalis Polisikan Akun Facebook SP

Kamis,03 Januari 2019 - 19:08:28 WIB Di Baca : 570 Kali

Riauaktual.com -  Akun facebook SP dipolisikan PWI Bengkalis, Kamis (3/1/2019) siang ke Mapolres Bengkalis. Akun tersebut diduga melakukan pencemaran nama baik PWI Bengkalis dan menistakan agama. 

"Dengan semangat tahun baru 01 Januari mari kita bongkar  kasus korupsi di PWI Bengkalis. Setuju," tulis akun SP, pada laman Facebooknya. 

Selain itu, dia juga memposting status seolah KPK lamban mengungkap kasus korupsi yang ada di Bengkalis. "Kenapa KPK Jakarta Pusat lambat sekali memberantas korupsi di Pemkab Bengkalis, kantor DPRD Bengkalis dan Kantor PWI Bengkalis," tulis dia.

Loading...

Akun SP juga menyebut kegiatan pemberian bonus qori-qoriah dan penghafal Al-qur’an 30 juz sebagai gratifikasi. Malah ada statusnya yang menghujat bocah-bocah penerima bonus alquran dengan menyebut kecil-kecil sudah diajari korupsi. 

Ketua PWI Bengkalis, Alfisnardo datang ke Mapolres didampingi Wakil Ketua, Susi Yanti dan M Fiza, Sekretaris PWI Bengkalis, Adi Putra serta Bendahara Mazwin dan ketua Bidang, Bambang Gusfryadi, Erwin, Andreas, Budi dan juga pengurus lain. 

Rombongan PWI ini saat menemui Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto langsung diarahkan ke Kasat Reskrim. Setelah mempelajari kasusnya, Kasat pun melimpahkan ke Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Melalui pemeriksaan, pelengkapan barang bukti dan keterangan saksi akhirnya laporan kasus pencemaran nama baik dan penistaan agama ini pun diterima di Polres Bengkalis.

"Kita melaporkan akun FB SP ini karena status FB nya sudah kebablasan. Tidak hanya kita saja (PWI-red) yang diserang, tapi juga DPRD dan Bupati. Lebih mirisnya dia juga menyerang umat muslim melalui statusnya-statusnya yang menyebut penghafal alquran terima gratifikasi. Ini sudah tak bisa ditolerir lagi," jelas Alfis.

Dikatakan Alfis, laporan ke Polres Bengkalis ini tak seketika muncul namun sudah rembuk urung dengan jajaran pengurus dan anggota PWI. Melalui pembicaraan hangat di group  whatshap PWI Bengkalis akhirnya kasus ini pun di bawa ke ranah hukum.

"Kawan-kawan sudah gerah dengan statusnya yang tak berdasar. Ini kali kedua dia menyerang PWI. Pertama kita maafkan karena pendekatan persuasif dari pihak partainya. Namun kali ini tak bisa di biarkan agar masyarakat tak berpikir negatif kepada PWI. Dia menyebut korupsi PWI. PWI mana yang dimaksud. Toh kita baru 1 bulan di lantik," urai Alfis lagi.

Makanya agar image buruk ini bisa ditepis, ungkapnya PWI ingin memberi sangsi hukum kepada pemilik akun SP yang menyebut dirinya juga wartawan itu. 

"Kita organisasi terbuka dan tak pernah mau membuat konflik dengan orang. Namun sekali kita diserang, kita akan tegakkan marwah organisasi ini agar orang tak seenaknya melemparkan tudingan ke organisasi kita ini," ujar Alfis seraya juga mengapresiasi kedatangan pengurus PWI Bengkalis dari Duri untuk turut melaporkan kasus ini ke Polres.

Sementara itu, terkait dugaan penistaan agama yang juga di laporkan PWI, wakil ketua Bidang Organisasi, Susi Yanti menyebut sebagai bagian dari masyarakat, PWI juga berkewajiban mengunakan haknya melaporkan kasus dugaan penistaan ini.

"Kami juga bagian dari masyarakat. Makanya kami juga punya tanggung jawab moral melaporkan kasus dugaan penistaan agama yang di.posting melalui akun medsosnya," jelas Susi. (put)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...