ils/ int

Baru Masuki Awal Tahun, 15 Hektar Lahan Gambut di Riau Terbakar  

Rabu,02 Januari 2019 - 20:45:04 WIB Di Baca : 334 Kali

Riauaktual.com - Memasuki awal tahun 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan 15 hektare lahan gambut terbakar di wilayah Rokan Hilir. 

Diketahui kebakaran tersebut sudah terjadi sejak tiga hari terakhir dan hingga kini masih terus berupaya dipadamkan. 

''Ya kita dapat info. Ada kebakaran disana sekitar 15 hektare. Tim gabungan terus berjibaku melakukan pemadaman,'' kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Rabu (2/1/2018). 

Loading...

Menurut dia, insiden kebakaran ini harus segera diinvestigasi dan menemukan aktor utama pelaku pembakaran lahan gambut yang terkenal sulit dikendalikan tersebut. 

''Harus segera investigasi, siapa pelakunya. Lahannya punya siapa sebelum banyak kebakaran. Jangan sampai nanti meluas ke lahan yang lain,'' pintanya.

Lebih jauh, Edwar mengatakan dengan adanya kebakaran tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Provinsi Riau untuk menetapkan status siaga Karhutla. 

''Kita lihat dulu perkembangannya ke depan, nanti juga saya akan koordinasi dengan BMKG (terkait penetapan status siaga Karhutla),'' ujarnya. 

Pada 2018 lalu, Pemprov Riau menetapkan status siaga Karhuta di awal Januari setelah insiden kebakaran melanda secara masif di beberapa kabupaten dan kota di wilayah itu. 

Sebelumnnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak empat titik panas yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan tingkat kepercayaan diatas 50 persen di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

''Hari ini terpantau empat titik panas di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir. Ini titik panas pertama di tahun 2019,'' kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Bibin.

Dia mengatakan dari empat titik panas tersebut, dua diantaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen. Kedua titik api itu menyebar di Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir dan terpantau satelit Terra dan Aqua sejak Rabu pagi tadi. 

Lebih jauh, ia menganalisa bahwa titik-titik api yang terpantau di awal tahun 2019 ini merupakan akibat minimnya hujan yang terjadi di wilayah tersebut dalam satu dasarian terakhir. Dasarian merupakan istilah yang digunakan BMKG untuk menunjukkan rentang waktu 10 hari. 

''Analisa kita dalam satu dasarian terakhir memang sangat minim hujan di Rohil,'' ujarnya.


Polisi Lakukan Penyegelan

Kepolisian Resor Rokan Hilir, Provinsi Riau langsung bereaksi cepat dengan menyegel 15 hektare lahan gambut yang terbakar di Kecamatan Tanah Putih hingga menyebabkan asap tebal mengepul ke udara. 
 
''Sejak diketahui lokasi lahan terbakar. Kota sudah pasang garis polisi,'' kata Kepala Polsek Tanah Putih, Kompol L Simatupang. 

Maka, selama dipasangi garis polisi dilahan itu, tidak boleh diolah. Karena sedang dalam penyelidikan. 

Kebakaran lahan di Tanah Putih, kata Kapolsek, tepatnya Desa Mumugo terjadi dalam tiga hari terakhir. Lahan gambut kering yang didominasi semak belukar serta sebagian diantaranya telah ditanami Nanas tersebut masih terbakar dan sulit untuk dikendalikan.
     
Terlebih lagi, dia mengatakan selama proses pemadaman dengan melibatkan tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tim kesulitan mencari sumber air. 
     
''Saat ini kita masih melakukan pemadaman, disana air sangat sulit, besok kami baru akan membuat sumur di sekitar lokasi kebakaran. Untuk sementara ini kami hanya membuat blok agar api tidak meluas,'' ujarnya. 
     
Hasil penyidikan dilapangan, kata Simatupang lahan yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat. Sementara, si pemilik lahan sendiri tidak berada di desa tersebut. 

''Masalahnya, pemilik lahan tidak ada ditempat, kami sudah koordinasi dengan kepala desa untuk melacak pemiliknya,'' jelasnya. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...