Ini Kisah Heroik 2 Warga Nduga Selamatkan Pekerja yang Diincar Kelompok Bersenjata Papua

Jumat,07 Desember 2018 - 19:09:03 WIB Di Baca : 10116 Kali

Riauaktual.com -  Dua warga asli di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua bernama Endis Tabuni yang bekerja sebagai mantri Puskesmas Yigi dan Ekira Lokbere dan juga salah satu pekerja PT Istaka Karya, harus bertaruh nyawa menyelamatkan para pekerja dari aksi penembakan oleh kelompok bersenjata di daerah itu.

Dilansir dari Kabarpapua.co, saat itu Endis Tabuni dan Ekira Lokbere mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan beberapa warga pendatang, termasuk pekerja PT Istaka Karya dari aksi kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Kampung Yigi, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, pada tanggal 1 dan 2 Desember 2018.

Martina Tabuni sambil menggendong anaknya yang berusia 3-4 tahun bercerita behwa Endis bertaruh nyawa berusaha menyelamatkan dua orang pekerja proyek pembangunan rumah dokter di daerah itu. Tak hanya Endis, Ekira Lokbere juga ikut bertaruh nyawa menyelamatkan lima orang pekerja PT Istaka Karya, yang salah satunya adalah pimpinan Ekira bernama Jhoni Arung di PT Istaka Karya.

Loading...

“Mereka melindungi para pekerja ini dengan segala macam cara. Bahkan ada yang mengatakan kepada KKB, jika kamu sentuh dia (para pekerja), bunuh dulu saya," kata Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Kolonel Inf. Aidi menirukan salah satu warga asli Mbua yang harus bertaruh nyawa masuk hutan cari tempat aman bagi pekerja yang mereka selamatkan.

Aidi menceritakan, pada tanggal 1 Desember lalu, kelompok bersenjata selain mengambil para pekerja PT Istaka Karya di camp, juga menyisir rumah-rumah warga yang ada di sekitar camp pekerja PT Istaka Karya. Ia menyebutkan anggota kelompok bersenjata itu selain mencari warga pendatang mereka juga mencari warga yang bukan Suku Yigi (suku asli setempat) untuk dibunuh.

Salah satu rumah yang didatangi saat itu, rumah Endis Tabuni yang diketahui menyembunyikan dua orang pekerja yang sedang mengerjakan proyek pembangunan rumah untuk dokter.

“Endis Tabuni adalah warga asli Papua sekaligus seorang mantri di Yigi, dia juga diberi tanggung jawab untuk memantau pekerjaan proyek rumah dokter,” kata Aidi, Kamis, (6/12/2018).

Menurut kesaksian Endis Tabuni, saat itu sekitar pukul 16.30 WIT, ada lima orang KKB yang mendatangi rumahnya. Mereka menodongkan senjata di kepala dan badannya. Saat itu ia diminta untuk menyerahkan dua orang pekerja yang disembunyikan.

“Endis Tabuni saat itu mengatakan bahwa dua orang pekerja sudah tidak ada di rumahnya dan lari ke dalam hutan. Ternyata, dua orang itu disembunyikan di rumahnya ditutup dengan menggunakan bahan seadanya baik itu kain atau daun,” ceritanya.

Pukul 09.00 WIT, Endis Tabuni diam-diam keliling kampung tanpa penerangan untuk mengecek situasi kelompok bersenjata. Usai dinyatakan aman, Endis Tabuni kembali menjemput dua pekerja untuk menyelamatkan diri.

Lalu sekitar pukul 12.00 WIT, Endis Tabuni bersama dua pekerja menuju hutan ke arah Mbua, karena dirasa paling aman. Sambil menggendong anaknya yang berusia tiga tahun, ia mengawal dua pekerja masuk ke hutan jalan kaki tanpa penerangan.

“Saat berada di dalam hutan dengan rasa takut dan tanpa penerangan Endis Tabuni berjalan dengan cepat, sekitar satu jam berlalu mereka terpisah. Tetapi besok paginya mereka bertemu di Pos TNI Mbua dengan beberapa warga lain yang memiliki cerita masing-masing untuk menyelamatkan diri,” tutur Aidi.


Ekira menampung pekerja yang diincar KKB

Kemudian, Ekira Lokbere merupakan warga asli Mbua yang berdomisili di Yigi dan juga salah satu karyawan PT Istaka Karya. Ekira memiliki rumah di Yigi sehingga ia tak tidur di camp. Ekira Lokbere juga menampung beberapa pekerja PT Istaka Karya, termasuk bosnya.

"Saat itu KKB juga mendatangi mereka dan dimintai uang untuk keperluan upacara 1 Desember, semua yang ada dalam rumahnya dimintai uang, baik itu uang pribadi ataupun uang PT Istaka Karya. Setelah itu KKB minta para pekerja termasuk bosnya, tetapi Ekira Lokbere justru mengatakan jika kau ingin ambil mereka, bunuh saya dulu,” ceritanya.

Aidi menyampaikan, sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung diwarnai baku tembak dengan kelompok bersenjata. Sebagian warga selamat dan korban meninggal sudah dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika.

 


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...