Berikut sederet fakta terbaru peristiwa pembantaian 31 pekerja di Papua oleh KKB

Jumat,07 Desember 2018 - 09:42:06 WIB Di Baca : 9119 Kali
Riauaktual.com - Minggu, 2 Desember 2018, Indonesia dikejutkan dengan peristiwa tragis yang terjadi di Papua. 31 orang pekerja jembatan di Nduga dan seorang anggota TNI tewas usai dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
 
31 pekerja yang meninggal tersebut merupakan karyawan BUMN PT Istaka Karya. Pembunuhan 31 pekerja itu terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Diduga pembunuhan karena pekerja jembatan mengambil foto

Dari informasi yang didapat, dugaan awal ke-31 pekerja itu dibunuh karena salah seorang dari mereka sempat mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM). Perayaannya sendiri memang dilakukan oleh KKB itu tak jauh dari lokasi para pekerja tersebut.

Dan ketika seorang pekerja mengambil foto, ternyata KKB mengetahui hal itu. Dan hal itulah yang kemudian membuat mereka marah. Tak sampai disitu, mereka kemudian mencari orang yang mengambil foto tersebut. Dan akhirnya berimbas kepada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba pun membenarkan informasi tersebut. Menurut Yan Pieter, salah satu dari antara para pekerja itu memang mengambil foto saat kelompok tersebut sedang melakukan upacara.

“Ya. Saya terima informasinya seperti itu. Kalau kelompok KKB ada melakukan upacara dan satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp,” katanya.

8 pekerja sempat menyelamatkan diri

Ketika kejadian tersebut, ternyata 8 orang pekerja lainnya sempat kabur untuk menyelamatkan diri mereka. Yan Pieter mengatakan bahwa awalnya hanya 24 pekerja yang dibunuh di kamp pembangunan jembatan. Kemudian 8 orang lainnya melarikan diri ke rumah salah satu keluarga anggota DPRD.

“Informasinya 24 orang dibunuh di kamp. Lalu ada 8 orang yang sebelumnya berhasil menyelamatkan diri ke salah satu rumah keluarga anggota DPRD setempat. Kini informasinya 7 orang di antara mereka juga sudah meninggal dunia dan 1 orang berhasil melarikan diri,” ungkapnya.

Pembantaian dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya

Dari keterangan yang diberikan oleh Kodam XVII/Cendrawasih Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga lah yang bertanggung jawab atas pembantaian 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tersebut. Kelompok itu sendiri dipimpin oleh seorang pria yang bernama Egianus Kogoya.

Egianus ternyata selama ini disebut aparat kepolisian dan TNI memiliki catatan rapor merah dengan serangkaian aksi penembakan yang terjadi di wilayah Papua. Selain itu, Egianus bersama 40 orang para anggotanya juga sempat menyerang Pos TNI yang ada di Mbua, yang jaraknya sekitar 2 jam berjalan kaki dari tempat dibunuhnya para pekerja jembatan tersebut. Dan dari penyerangan itu, salah seorang anggota TNI meninggal dunia.

“Jadi kemarin mereka juga menyerang pos TNI dan satu orang prajurit kita gugur dan satu luka-luka,” ungkapnya.

150 personel dikerahkan untuk memburu KKB

Terkait kejadian tersebut, pihak TNI dan Polri pun telah menurunkan sebanyak 150 personel untuk pergi ke Kali Yigi - Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua guna memburu para KKB yang telah melakukan penyerangan dan pembunuhan kepada 31 orang pekerja jembatan di Nduga.

Sementara itu keberadaan aparat TNI dan Polri di Nduga juga untuk melakukan pengecekan terhadap adanya informasi bahwa 31 pekerja PT Istaka Karya, yang mengerjakan pembangunan jembatan di Kali Yigi - Kali Aurak tewas dibunuh anggota KKB.

Lokasi kejadian terpencil dan tak ada jaringan seluler

Dari keterangan yang diberikan oleh Wakapolres Jayawijaya Kompol A Tampubolon, lokasi kejadian merupakan daerah yang sangat terpencil. Bahkan untuk sampai ke lokasi tersebut dari Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya memerlukan perjalanan sekitar delapan jam dengan menggunakan kendaraan. Setelah itu, perjalanan pun harus dilakukan dengan berjalan kaki sekitar beberapa kilometer, pasalnya kendaraan tak bisa masuk wilayah tersebut.

“Lokasi di sana tidak ada sinyal. Jalan mulai dari kilometer 46 sudah tidak beraspal dan menanjak. Di sana cuaca dingin, sekitar enam derajat celcius. Ini menjadi tantangan buat anggota di lapangan untuk menuju ke sana,” jelasnya.

Fakta terbaru pembunuhan 31 pekerja di Papua

Personil gabungan TNI dan Polri pun akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi 15 jenazah pekerja yang dibunuh oleh KKB. Selain itu, personil juga sudah berhasil mengevakuasi jenazah anggota TNI yakni Serda Anumerta Handoko yang menjadi korban usai pos tempatnya berjaga diserang KKB. Dan berikut beberapa fakta terbaru terkait pembunuhan 31 pekerja jembatan di Papua. 

1. Helikopter TNI ditembak

Sebelumnya saat tim Nanggala dari TNI melakukan evakuasi terhadap jenazah Serda Anumerta Handoko, helikopter yang mereka gunakan ditembaki oleh kelompok separatis (KKB). Baling-baling helikopter pun terkena tembakan. 

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin Siregar mengatakan bahwa sekitar pukul 10.00 WIT, tiga unit helikopter dengan tim Naggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju ke Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang merupakan lokasi pembantaian pegawai PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek Trans Papua. 

Martuani mengatakan bahwa saat berada di Puncak Kabo, helikopter milik TNI itu ditembaki oleh kelompok separatis dari arah puncak. Anggota yang ada di dalam helikopter pun kemudian memberikan tembakan balasan. 

“Karena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tembakan balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tembakan dari kelompok KKB,” ungkapnya. 

2. Jenazah Serda Anumerta Handoko berhasil di evakuasi

Martuani juga mengatakan bahwa bahan bakar minyak (BBM) helikopter sempat habis. Hingga akhirnya helikopter melakukan refueling (pengisian BBM) sekaligus mengevakuasi jenazah Serda Anumerta Handoko. Jenazah Serda Handoko sempat dievakuasi ke Kenyam dan selanjutnya diterbangkan ke Timika.

“Jadi jenazah sudah dievakuasi ke Kenyam selanjutnya akan dibawa ke Timika, Kabupaten Timika,” terangnya.

Jenazah Serda Anumerta Handoko akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter. Dan di dalam helikopter itu ada seorang anggota TNI yang mengalami luka tembak akibat serangan di Pos TNI Mbua. Jenazah Serda Anumerta Handoko tiba di Hanggar Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 15.00 WIB. Hanggar Bandara Mozes Kilangin pun dijaga dengan ketat. Bahkan para awak media pun dilarang mengambil gambar.

Dal selanjutnya jenazah Serda Anumerta Handoko akan dibawa ke Markas Brigade Infanteri 20 Ima Jaya Keramo untuk disemayamkan sebelum diterbangkan ke Sorong, Papua Barat, pada Kamis, 6 Desember 2018.

3. Baku tembak terjadi selama 2 jam lebih

Karena penyerangan yang dilakukan oleh KKB, personel gabungan bung kemudian melakukan baku tembak dengan kelompok separatis tersebut. Baku tembak itu dilakukan lebih dari dua jam di Puncak Kabo, Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 

Puncak Kabo sendiri merupakan lokasi para karyawan PT Istaka Karya dibunuh oleh KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya. Pada saat personel gabungan memasuki Puncak Kabo, kelompok separatis tersebut melakukan serangan sekitar pukul 11.00 WIT. Dan setelah itu, kontak senjata pun tak bisa dihindari.

4. Satu anggota TNI dari personel gabungan alami luka tembak

Martuani juga mengatakan bahwa salah satu personel gabungan mengalami luka tembak. Satu orang anggota TNI itu berasal dari Tim Belukar. Anggota yang terluka adalah Haratu Wahyu NRP 95100020. Ia merupakan anggota TNI yang bertugas di Yon B ki 3 Resimen II Pelopor. Menurut keterangannya, anggota TNI tersebut sudah dievakuasi ke Wamena. 

“Kini anggota yang terluka sudah dievakuasi ke Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya. Kondisinya masih sadar, dia tertembak di bagian lengan,” ungkapnya.

5. Sebanyak 15 jenazah ditemukan

Pada Rabu, 5 Desember 2018, tim evakuasi berhasil menemukan 15 jenazah para pekerja jembatan yang menjadi korban pembantaian KKB di Nduga. Lima belas jenazah tersebut ditemukan di Puncak Kabo, Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. 

Dan dari semua jenazah yang ditemukan tersebut dipastikan bahwa memang benar merupakan karyawan PT Istaka Karya yang bekerja untuk pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak atau bagian proyek pembangunan jalan Trans Papua.

“Proses evakuasi jenazah segera dilakukan. Itu semua tergantung cuaca. Kalau cuaca di Wamena bagus maka kita bawa ke sini. Tapi kalau tidak, kita upayakan ke Timika,” ungkap Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kol. Jonatan Binsar P Sianipar.

6. Satu orang pekerja ditemukan selamat

Sementara itu, seperti yang dikabarkan sebelumnya, masih ada satu orang pekerja yang melarikan diri dari serangan KKB tersebut. Dan satu orang pekerja itu bernama Jhony Arung. Jhony ditemukan di Pos TNI 756/Yalet yang berada di Distrik Mbua. Saat ditemukan kondisi Jhony dalam keadaan lemas. 

“Ada satu pegawai Istaka ditemukan di Pos TNI Mbuah dalam kondisi sangat lemas dan segera kami evakuasi,” ujar Jonathan.

7. Tim evakuasi berhasil menduduki Puncak Kobo

Setelah melakukan baku tembak selama lebih dari 2 jam, personel gabungan pun akhirnya berhasil menduduki Puncak Kobo, lokasi yang digunakan kelompok separatis untuk membantai 31 pekerja jembatan. 

Hal itu disampaikan oleh Dandim 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Dianto. Chandra mengatakan bahwa Puncak Kobo telah berhasil diduduki oleh tim evakuasi. Namun, meskipun begitu, Chandra mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih belum bisa diketahui secara pasti. Hal itu karena cuaca yang terlalu ekstrim dan jaringan komunikasi yang cukup sulit. 

“Cuaca di sana sangat berkabut. Jaringan telekomunikasi terbatas. Tapi kami sudah kuasai wilayah tersebut,” katanya.
 
 
Sumber : planet.merdeka.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...