Sudah 10 Mayat Ditemukan Terapung di Perairan Bengkalis, Korban Apa?

Selasa,04 Desember 2018 - 21:02:42 WIB Di Baca : 390 Kali

Riauaktual.com - Sejak ditemukan Kamis (22/11/2018) lalu, hingga saat ini sudah 10 mayat yang ditemukan terapung di perairan Bengkalis.

Satu mayat terakhir ditemukan, Selasa (4/12/2018) di perairan Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

''Sampai saat ini sudah 10 jenazah kita temukan,'' kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, didampingi Kabidokkes Polda Riau, Kombes Asmarahadi, dan Karumkit RS Bhayangkara AKBP Kodijah, serta Kasubdit Dokkes Yanmed Kompol Supryanto, Selasa (4/12/2018) sore.

Loading...

Seluruh temuan mayat itu, sebanyak tiga korban dapat diidentifikasi. Jasad ketiganya pun sudah dijemput pihak keluarganya.

''Dari hasil Antemorten dan Postmorten,  ada tiga jenazah sudah dikenali. Ketiganya juga sudah dijemput pihak keluarganya,'' ungkap Sunarto.

Mayat terakhir, ditemukan Yusra (34), dan Bujang (38), yang sedang mencari ikan, di perairan Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

''Mayat berjenis kelamin perempuan tersebut, ditemukan kedua nelayan ini saat sedang menjaring ikan di Pantai Teluk Emas, Dusun III, Desa Kuala Merbau, Selasa (4/12) sekitar pukul 09.00 WIB,'' ungkap Sunarto.

Setelah dipastikan apa yang mereka lihat adalah mayat, ketiga nelayan ini langsung memberitahukannya kepada warga sekitar. Tak lama setelah itu, Polsek Pulau Merbau yang mendapatkan informasi temuan mayat langsung turun ke lokasi.

Setelah dilakukan olah TKP, mayat langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat. Selanjutnya dibawa menggunakan speed boat ke RSUD Selat Panjang untuk divisum.

''Saat ini identitasnya belum diketahui. Ketika ditemukan kondisinya sudah membusuk, kepala sudah jadi tengkorak dan tak dapat dikenali,'' sebutnya.

Sementara itu, jasad perempuan tersebut tampak mengenakan kaos oblong lengan panjang warna putih, bra warna biru dongker dan celana dalam warna biru dongker.

Sampai saat ini, lanjut Sunarto, pihaknya masih melakukan pendalaman terkait adanya dugaan seluruh korban merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI).

''Belum bisa kita pastikan, masih ada kemungkinan lain,'' sebut Sunarto.

Perkembangan terbaru, pihaknya mendapatkan kabar, semua korban ini adalah penumpang kapal, dan ada informasi dari seluruh penumpang ada dua penumpang yang selamat yang saat ini tengah berada di Malaysia.

"Korban selamat menurut informasi bernama Jamal dan Hamid. Keduanya saat ini masih di Malaysia, karena ditemukan oleh nelayan setempat bernama fauzi,'' ungkap Sunarto.

Menurut keterangan saksi (Fauzi, red), kedua korban sempat bercerita bahwa kapalnya terhempas dan tenggelam.

Terpisah, Kabid Dokkes Polda Riau Kombes Asmarahadi mengatakan, untuk dapat mengidentifikasi para korban, pihaknya, melakukan metode Antemorten dan Postmorten.

Metode Antemorten kata dia, dibutuhkan dua sample data yakni primer dan sekunder.

Untuk data primer, terdiri dari sidik seri, data pemeriksaan gigi, dan Deoxyribonucleic Acid (DNA).

Sementara, untuk data sekunder adalah data pelengkap korban, antara lain riwayat penyakit korban. Pakaian terakhir yang digunakan.

''Untuk pengumpulan data ini, kita melibatkan pihak keluarga. Hari ini, sudah ada lima keluarga datang,'' ungkap Asmarahadi.

Jika beberapa hari kedepan upaya identifikasi tidak membuahkan hasil. Pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan dinas sosial, untuk dapat menyelenggarakan proses pemakaman.

''Jika tidak ada juga pihak keluarga yang datang, otomatis kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial,'' pungkasnya. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...