Sebulan Dilanda Banjir, Warga di Sri Meranti Pekanbaru Enggan Mengungsi

Jumat,23 November 2018 - 18:56:48 WIB Di Baca : 577 Kali

Riauaktual.com - Sebulan belakangan banjir melanda Perumahan Witayu, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.  

Meski begitu, warga setempat masih enggan mengungsi dan memilih tetap tinggal dirumah masing-masing.

Hampir 220 kepala Keluarga, terdampak banjir disana. Mereka terpaksa bersabar, walaupun aktivitas mereka menjadi terhambat.

Loading...

Seorang ibu menangis dan bersedih, karena baju sekolah anaknya ikut terendam air dari luapan Sungai Siak.

''Kisah ibu menangis itu, saya dapat dari penuturan warga yang berjumpa kemarin. Dia nangis-nangis baju sekolah anaknya terendam banjir,'' kata Lilis Suryati selaku istri Ketua RT 03 RW 11 di Perumahan Witayu tersebut, Jumat (23/11/2018) siang.

Saat memasuki siang hari, banjir akan surut, namun pada sore hingga malam hari, air kembali tinggi hingga pinggang orang dewasa.

''Biasanya sore udah mulai naik atau pasang. Banjir ini datangnya awal November, tengah malam. Tingginya sampai dada (orang dewasa),'' ujar Lilis.

Meski pihak terkait Dinas Sosial dan BPBD menyediakan dua tenda pengungsian, warga tetap ogah pindah. Hanya beberapa warga yang bersedia menggunakan fasilitas pengungsian itu.

Kebanyakan warga lebih memilih menumpang di rumah tetangga dan keluarga. Warga lainnya, ada juga yang memilih menetap dirumahnya yang terdampak banjir.  

Namun, untuk urusan masak-memasak, kebanyakan warga menggunakan fasilitas dapur umum yang juga didirikan sejak 2 minggu lalu. Tempatnya cukup dekat dengan pemukiman.

''Untuk makan kami dua kali. Yakni makan siang dan makan malam,'' ujarnya.

Dengan kondisi yang terjadi, biasanya mereka hanya memasak mi instan, dicampur telur dan nasi.

''Cuma bahan makanan itu yang ada dikasih,'' ujar Lilis.

Bahkan saat ini, mereka hanya memasak nasi saja. Sebab, mi instan dan telur yang diberikan sudah ludes dibagikan kepada warga.

Menurut Lilis, saat ini warganya masih membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Karena selama, dua minggu belakangan, hanya memakan mi instan dicampur dengan telur.

''Kami masih sangat membutuhkan sembako karena hanya sedikit yang ada di dapur umum. Selain itu kami masih butuh makanan dan popok bayi, pakaian sekolah untuk anak-anak, dan air bersih,'' sebutnya.

Warga lainnya bernama Lina (32), mengaku enggan mengungsi ke tenda pengungsian. Ia memilih menetap di rumahnya bersama dengan keluarga meski terendam banjir.

''Kita tetap dirumah aja. Karena di rumah tinggi,'' tambah Lina. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...