ils (int)

Polisi Tahan Pencatut Nama Kapolda Riau

Rabu,14 November 2018 - 19:23:35 WIB Di Baca : 1074 Kali

Riauaktual.com - Penyidikan kasus pemerasan yang mencatut nama Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo, memasuki babak baru. Pelakunya, Gustalim alias Akiong, sudah ditetapkan penyidik sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hilir (Rohil).

Pria 50 tahun itu, ditahan atas kasus dugaan pemerasan dan penipuan terhadap 12 pengrajin kapal di Bagansiapiapi.

Sebelumnya, staf perusahaan pengolahan kayu di kabupaten tersebut dilaporkan ke Polres Rohil dengan Laporan Polisi Nomor : LP/202/X/Riau/Res Rohil, tertanggal 19 Oktober 2018.

Loading...

Modus yang dilakukan Warga Jalan Rokan, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru itu diketahui meraup uang total Rp60 juta dari belasan warga dengan mengatakan uang tersebut untuk Kapolda Riau.

Pada proses penyidikan, beberapa pengrajin kapal diketahui telah menjalani pemeriksaan. Seiring proses penyelidikan, Akiong sebagai terlapor juga telah dipanggil untuk diklarifikasi.

Menurut penyidiknya, Akiong membantah telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang disangkakan. Untuk memastikannya, penyidik kemudian melakukan upaya konfrontir antara pengrajin kapal dengan Akiong.

Namun, akhirnya setelah memastikan cukup alat bukti, baik keterangan saksi dan barang bukti, penyidik kemudian melakukan gelar perkara. Hasilnya, Akiong ditetapkan sebagai tersangka.

Paska ditetapkan tersangka, penyidik langsung melakukan penangkapan terhadap Akiong. Hal itu sebagaimana diungkapkan Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto melalui Kasat Reskrim Polres Rohil Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto melalui Kasat Reskrim Polres Rohil AKP M Faisal Ramzani, Senin (14/11/2018).

Penangkapan kata Faizal, dilakukan Selasa (13/11/2018) kemarin oleh Unit 1 Sat Reskrim yang dipimpin PS Kanit 1 Bripka Wira Adi Kusuma bergerak ke Kota Pekanbaru untuk melakukan penangkapan terhadap Gustalim alias Akiong. Yang mana sebelum penangkapan didahului dengan mekanisme gelar perkara," ungkap AKP M Faisal Ramzani kepada Haluan Riau.

Dalam laporan yang diterima Polres Rohil, kejadian yang menjerat Akiong bermula pada Kamis (6/9/2018) lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Andi dan 11 orang lainnya berkumpul di sebuah warung kopi. Lalu oleh Akiong, mereka diminta pindah ke ruangan samping dalam warung kopi tersebut.

Di sanalah, Akiong meminta uang kepada belasan pengrajin kapal masing-masing Rp5 juta, dengan alasan uang tersebut akan diserahkan kepada orang Polda Riau sebagai uang keamanan.

Saat itu Akiong juga diduga mengancam, jika tidak memberikan uang tersebut, para pengrajin kapal itu akan dirazia dan diperiksa oleh Polda Riau. Mendengar perkataan dan ancaman Akiong, mereka pun menyerahkan uang dengan total Rp60 juta.

Kemudian, pada Kamis (27/9/2018), Andi kembali dihubungi Akiong agar dirinya dan 11 pengrajin kapal lainnya kumpul di Hotel Rasa Sayang. Di sana, di Akiong mengatakan agar jangan sampai ada anggota Polda Riau yang mengetahui bahwa Kapolda Riau menerima uang sebesar Rp60 juta tersebut. Saat itu, Akiong kembali melontarkan ancaman, jika sempat tahu maka tempat kerja pengrajin kapal itu dirazia dan diperiksa Polda Riau.

Atas kejadian tersebut Andi dan belasan warga lainnya merasa tidak senang dan dirugikan. Mereka kemudian melapor ke mapolres setempat.

''Terlapor sudah kita tahan di sel tahanan Mapolres Rohil untuk proses penyidikan lebih lanjut,'' pungkas AKP M Faizal. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...