ils (int)

Napi LP Bengkalis yang Kabur Satu Tahun Silam, Terancam Hukuman Mati di Malaysia Dalam Kasus yang Sama

Kamis,08 November 2018 - 18:16:08 WIB Di Baca : 733 Kali

Riauaktual.com - Lama kabur dari kurungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, sejak 2017 lalu. Kabar Mohammad Azizie bin Abdul Hamid, akhirnya terkuak. Dimana terpidana kasus sabu ini, ternyata sudah ditangkap kembali di Malaysia.

 

Kabar penangkapan warga negara asing (WNA) asal Malaysia ini, disampaikan Direktur Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Kombes Hariono, Kamis (8/11/2018) ini.

Loading...

 

''Ya benar, Azizie yang sempat kabur,  sudah ditangkap kembali dengan kasus narkoba sebanyak 16 kilogram oleh pihak kepolisan Malaysia, sejak kurang lebih 3 minggu yang lalu,'' ujar Hariono.

Terdakwa atas nama Mohammad Azizie bin Abdul Hamid ini merupakan narapidana narkotika yang diganjar pasal 112 ayat (1) Jo 111 ayat (1) vonnis 15 tahun penjara oleh pengadilan Bengkalis.

''Penangkapan ini terjadi didaerah Bukit Aman, Malaysia yang dilakukan langsung oleh pihak kepolisian daerah Malaysia. Kasusnya masih yang sama, yakni narkoba jenis sabu,'' kata Hariono.

Saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, yang bersangkutan sudah menjalani hukuman sekitar 3 tahun, sisa hukuman masih tersisa 11 tahun, 2 bulan, 28 hari.

Untuk melanjutkan proses hukumnya, Hariono mengakui pihaknya telah melakukan upaya koordinasi dengan pihak Malaysia untuk membongkar jaringannya di wilayah Polda Riau. Sebagian jaringannya sudah ditangkap.

Pihaknya juga mencoba bicarakan terhadap Azizie ke pihak Malaysia, agar dibawa ke Indonesia untuk melanjutkan proses masa penahanannya. Namun hasil komunikasi ini, sambung Hariono menyebutkan ada pilihannya.

''Di Malaysia, untuk peraturan hukuman terberat sabu diatas 50 gram adalah hukuman mati, karena Azizie ditangkap dengan sabu seberat 16 kilogram. Makanya itu, kita pilih biar pihak Malaysia mengadili hukuman mati buat dia disana,'' terang Hariono.

Pasca kejadian kaburnya narapidana Mohammad Azizie bin Abdul Hamid dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bengkalis-Riau, 2017 lalu. Diketahui diduga kuat ada ikut keterlibatan orang dalam pada proses tersebut.

Modus Azizie agar bisa kabur dari Lapas, ia berpura-pura akan mengambil makanan dari pintu utama Lapas. Kemudian diam-diam napi tersebut kabur dari Lapas. Kaburnya karena diduga difasilitasi Sipir Lapas.

Atas pelanggaran itu, ketiga sipir dituntut melakukan pengeluaran napi secara tidak sah. Mereka diminta membuat pernyataan terbuka  kepada atasannya. Dalam pemeriksaan, mereka mengakui menerima sesuatu (uang).

Mereka adalah Safriandi, Sucipto, dan Beri Kunari Zawan. Bandar narkoba  dari Malaysia itu kabur dari Lapas Bengkalis pada Kamis, 16 November 2017 lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Kaburnya karena  difasilitasi.

Sebelum kabur tiga petugas menerima kompensasi untuk dari Azizie. Ada penyalahgunaan wewenang, dan tentunya menyalahi kode etik petugas pemasyarakatan. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...