Kapolda Riau Tertawa dan Sedih Peredaran Narkoba Masih Tinggi

Kamis,08 November 2018 - 17:40:37 WIB Di Baca : 340 Kali

Riauaktual.com - Sebelum memimpin ekspos pemusnahan narkoba di halaman Mapolda Riau. Dihadapan wartawan, Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo mengaku tertawa dan sedih membaca berita masih maraknya peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.

''Saya sempat membaca koran, dan tertawa dan sedih masih maraknya peredaran narkoba sekarang ini,'' kata Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo, Kamis (8/11/2018) ini.

Walau tak menyebutkan mengapa, mantan Wakapolda Jawa Timur (Jatim) itu tertawa. Terkait kesedihan itu,  sebagai orang tua, ia mengakui sedih generasi bangsa banyak terjerumus sebagai pengguna narkoba.

Loading...

Rasa sedih yang dirasakannya itu, mengingat meski sudah sering diungkapkan. Tetap masih saja, sering narkoba masuk ke Indonesia melalui perairan Provinsi Riau.

''Saya sedih, karena meski kita banyak melakukan penangkapan. Tapi narkoba masih masuk,'' ungkapnya.

Kedepannya, mantan Wakapolda Jatim itu merasa peran serta berbagai pihak, baik pemerintah Provinsi Riau, TNI dan jajaran pemerintahan daerah. Dirasa perlu ditingkatkan, untuk menekan angka peredaran narkoba.

''Sesuai situasi ini, menandakan kita perlu meningkatkan upaya pencegahan,'' lanjut Kapolda menegaskan.

Upaya pemberantasan dan pencegahan, ditegaskan Kapolda, tidak hanya merupakan tugas dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau. Hal ini sesuai dengan keterbatasan Ditresnarkoba dan jajarannya.

''Tugas pemberantasan dan pencegahan tidak hanya tugas kami, semua pihak bertanggung jawab, memberantasnya,'' imbuhnya.

Setelah memaparkan kesedihan yang, Kapolda menyebutkan, pihaknya memusnahkan sebanyak 33,65 kg sabu. Kemudian 81.213 butir pil ekstasy.

Ia merincikan, dari total angka tersebut sebanyak 115 gram disisihkan untuk kepentingan tes Laboratorium. Sisanya sebanyak 5,10 gram untuk kepentingan persidangan.

Untuk barang bukti ekstasi, sebanyak 186 butir disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium. Selanjutnya, sebanyak  5 butir untuk dipersidangan.

Dari jumlah barang bukti itu, Kapolda meminta agar jangan dilihat berapa jumlahnya. Melainkan, ternyata masih sering narkoba dimasukkan ke Indonesia melalui perairan Provinsi Riau.

''Kawan-kawan jangan melihat jumlah nya. Tetapi kita lihat betapa masih banyaknya narkoba dari luar negeri masuk ke Indonesia melalui Provinsi Riau,'' ungkapnya.

Dalam kegiatan pemusnahan ini, FZ, RA tersangka pemilik sabu 20 kilogram dan ekstasi 5 ribu butir yang diamankan Ditresnarkoba Polda Riau. Kemudian dua pemilik sabu 41 paket yang diamankan di bandara dan di hotel Evo turut dihadirkan. (HA)


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...