Petugas memantau alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) dikedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Rabu (22/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus corona yang berasal dari Negara Cina masuk ke wilayah Indonesia. (wahyudi)

Antisipasi Virus Corona, Bandara SSK II Pekanbaru Pasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh

Rabu,22 Januari 2020 - 20:52:09 WIB Di Baca : 531 Kali

Riauaktual.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru memperketat pelayanan untuk mengantisipasi virus korona yang saat ini tengah menjadi perhatian publik. 

Kordinator bandara, Albert Jenson mengatakan, pihaknya memasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh atau thermal scanner di area kedatangan penumpang internasional. 

Selain itu bandara juga menyiagakan beberapa personel untuk mengantisipasi masuknya virus korona. 

Loading...

"Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada laporan masuknya virus tersebut ke wilayah kita, dan hal ini juga disampaikan oleh dinas kesehatan setempat," ujarnya.

Albet juga menyebut, meskipun bandara SSK II tidak ada melayani penerbangan, atau kedatangan langsung ke cina, namun pihaknya tetap mewaspadai kedatangan penumpang dari negara lainnya, baik dari Malaysia ataupun Singapura.

"Virus ini kan menyebar, dan kita tidak mau kecolongan," pungkasnya. 

Alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) merekam penumpang yang tiba dikedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Rabu (22/1/2020). (wahyudi)

Untuk diketahui Virus Corona atau coronavirus menjadi masalah kesehatan global sejak awal tahun 2020. Virus ini berawal dari sebuah kota di China, Wuhan.

Berikut rangkuman fakta-fakta terkait virus tersebut, sebagaimana dilansir dari Cnnindonesia.com:

Pusat penyebaran

Wuhan, salah satu kota di China tiba-tiba diserang virus misterius. Virus ini mulai menyerang kota tersebut dengan wabah yang diduga menyerupai pneumonia China.

Wabah pneumonia Wuhan berat ini pertama kali ditemukan di Wuhan pada Minggu (5/1), ketika 59 orang yang tinggal di dekat pasar ikan di kota itu mengalami gejala seperti pneumonia.

Berbagai imbauan terkait pencegahan untuk mengatasi masalah tersebut pun dilakukan. Salah satunya dengan menutup pasar ikan Wuhan pada 1 Januari 2020. Selain itu, imbauan untuk menjauhi pasar ikan dan kontak langsung dengan pasien juga dicegah.

Penumpang tiba dikedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Rabu (22/1/2020).

Penyebab

Selain dugaan menyebabkan pneumonia, China juga sempat khawatir akan bangkitnya SARS.

Ada kekhawatiran penyakit ini akan memicu kebangkitan penyakit SARS yang menular. Penyakit ini mendorong pihak berwenang di banyak negara untuk mengambil tindakan pencegahan termasuk meningkatkan disinfeksi kereta dan pesawat terbang dan pemeriksaan penumpang.

Namun dalam perkembangannya, China percaya kalau wabah pneumonia China misterius yang menyerang 59 orang ini disebabkan oleh jenis virus baru dari keluarga yang sama dengan SARS. Penyakit ini pernah menewaskan ratusan orang lebih dari satu dekade lalu.

Ilmuwan Xia Jianguo mengatakan kepada kantor berita resmi Xinhua bahwa para ahli sebelumnya sudah mengatakan kalau virus corona adalah biang kerok wabah tersebut.

"Sebanyak 15 hasil, sudah positif dari tipe baru corona virus sudah terdeteksi di laboratorium melalui tes pada sampel darah yang terinfeksi dan usap tenggorokan," kata Xu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi penemuan awal virus corona baru tersebut dalam sebuah pernyataan. Nama teknis coronavirus ini adalah 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). 

 

Penulis: Wahyudi




Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com