Pesta Tukar Pasangan, Apa Memungkinkan Terkena Penularan HIV-AIDS?

Kamis,11 Oktober 2018 - 23:41:08 WIB Di Baca : 6702 Kali

Riauaktual.com - Baru-baru ini heboh soal pesta tukar pasangan atau seks swinger yang dilakukan di Jawa Timur. Perilaku menyimpang ini melakukan hubungan seksual dengan bertukar pasangan, lalu bagaimanakah risikonya terhadap penularan penyakit menular seksual atau bahkan HIV-AIDS?

Menjawab hal tersebut, Aditya Wardhana dari Indonesia AIDS Coalition terlebih dahulu menegaskan segala penularan penyakit, baik penyakit menular seksual maupun HIV-AIDS, lebih dikaitkan dengan perilaku seks tak aman.

Perilaku seks menyimpang yang dilakukan dengan bertukar pasangan memang dikhawatirkan juga dapat berisiko menularkan berbagai macam penyakit, terutama jika dilakukan dengan tidak menggunakan pengaman seperti kondom.

Loading...

"Jadi tidak menggunakan pelindung seperti kondom bisa berisiko menularkan penyakit. Dan juga ada two way protection terhadap pengidap HIV, yakni jika pengidap HIV udah minum ARV (anti-retroviral) dan jumlah virusnya menjadi tidak terdeteksi, 100 persen tidak akan menular bahkan jika ia tidak menggunakan kondom sekalipun," katanya dikutip detikHealth, Kamis (11/10/2018).

Penularan HIV-AIDS juga sering dikaitkan dengan soal perilaku bergonta-ganti pasangan saat berhubungan seksual, bahkan disebut berisiko sangat tinggi.

Terkait kasus swinger yang ditemukan di Surabaya, Kasubdit Renakta Polrestabes Surabaya, AKBP Festo Ari Permana mengatakan dari keterangan pelaku, pelaku mengaku selalu memakai kondom saat bertukar pasangan.

"Selalu pakai kondom, tapi pernah yang sama Ari (salah satu pelaku swinger) ndak pake karena diawali soft. Kalau soft dengan istri masing-masing. Setelah itu ganti hard atau tukar pasangan. Kondom itu yang nyiapin juga Eko," terangnya, dikutip dari detikNews.

Untuk itu, Adit menyebut tak serta-merta HIV bisa selalu dikaitkan dengan perilaku seks menyimpang.

"Terlalu sering persoalan HIV dikaitkan dengan norma atau kesusilaan, misalnya swinger itu. Walau tidak tepat tidak serta-merta langsung bisa dikaitkan dengan HIV. Penting bagi masyarakat untuk melihat secara cerdas," tambahnya.

Seperti diketahui, HIV-AIDS dapat menular melalui media lain seperti air susu ibu (ASI) dan juga darah, misal lewat penggunaan jarum suntik secara bergantian.


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...