bekas makam yang digusur. ©2018 Merdeka.com

Astaga, Lahan Pemakaman Umum "Dilahap" Penambang Batubara Ilegal

Kamis,22 Februari 2018 - 01:45:05 WIB Di Baca : 2180 Kali

Riauaktual.com - Warga RT 03 kelurahan Lempake di kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, dibuat geram. Akibat aktivitas tambang batubara, pemakaman ikut digasak alat berat. Diduga kuat, aktivitas tambang itu dibekingi Aipda Po, seorang personel Polri di Samarinda.

Keterangan diperoleh, aktivitas tambang emas hitam itu, sudah berlangsung kurang lebih 3 bulan terakhir. Tidak kurang 10 makam, ikut digusur paksa galian tambang. Warga pun mencari tahu, beking kegiatan ilegal itu.

"Saya cek (menanyakan ke operator alat berat), ada sekitar 210 ton batubara sudah diangkut. Itu punya anggota polisi," kata warga setempat, Samim (50), ditemui wartawan, Rabu (21/2).

Kebenaran aktivitas tambang batubara itu, disidak tim Pemkot yang dipimpin Penjabat Wali Kota Samarinda Zairin Zain pagi tadi. Zairin dibikin geleng kepala dengan fakta bahwa makam dibongkar tambang batubara.

"Langsung sidak ke makam yang digali. Kita lihat langsung di lapangan, betapa moral orang yang menggarap, menggali seperti itu. Bahkan pagar makam sudah ada, itu hak orang tak boleh diganggu," kata Zairin, ditemui wartawan, Rabu (21/2).

Dari keterangan diperoleh Zairin, warga meminta pagar dan makam yang dibongkar, segera dikembalikan. "Itu suatu hal yang tidak ada moralitas, terhadap pemakaman. Kita rapatkan barisan, terhadap hang berganggungjawab dengan tambang itu," ujarnya.

Pengawasan tambang batubara kabupaten dan kota, saat ini memang berada di tangan Pemprov Kaltim. "Saya sudah infokan Kadis Pertambangan (provinsi Kaltim). Tetap, proses hukum berjalan. Siapapun, proses hukum

Ditemui di kantornya, Kapolresta Samarinda Kombes Vendra Riviyanto mengatakan, aktivitas tambang batubara itu dilaporkan warga ke Polsekta Samarinda Utara, dan diteruskan ke Polresta Samarinda.

Dia juga sudah mendengar dugaan tambangn batubara itu dibeking personil Polri. Kendati demikian, Vendra tidak mau menyebut tempat tugas dan asal satuan personel Polri itu. "Masih penyelidikan. Kalau tahap penyelidikan ya Provost ada, Reskrim juga ada," singkatnya. (Wan)

 

Sumber: merdeka.com


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...