Empat Helikopter Tak Dapat Izin, Pemadaman Karhutla di Riau Terkendala 

Selasa,10 September 2019 - 19:45:14 WIB

Riauaktual.com - Tenaga Ahli BNPB Abdul Muis menyatakan, sejak sempat pekan ini proses pemadaman Karhutla di Riau menjadi terkendala. 

Hal ini kata dia, disebabkan empat helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) tidak beroperasi melakukan water boming karena masih menunggu perpanjangan izin operasi. 

Karena lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalan darat, mengakibatkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau saat ini hanya mengandalkan dua helikopter. 

Akibat nya, kata Tenaga Ahli BNPB Abdul Muis, kondisi kabut asap akibat kabakaran di Riau semakin parah. 

Abdul Muis mengaku, saat ini empat helikopter itu masih dalam proses pengurusan perizinan operasi, baik dari Panglima TNI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

''Empat helikopter itu sangat dibutuhkan untuk operasi di wilayah-wilayah strategis. Sehingga ketika membutuhkan perpanjangan kita harus siapkan administrasinya,'' katanya. 

Keberadaan helikopter water bombing itu, sebut Abdul Muis sangat membantu untuk pemadaman Karhutla Riau.

Sedangkan untuk pengurusan izin, harus dikoordinasikan seperti Mabes TNI dan Kemenhub. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Riau H Edwar Sanger mengatakan, untuk masalah perpanjangan izin operasi helikopter tidak ada persoalan lagi, karena tengah diurus BNPB. 

''Untuk perpanjangan izin operasi empat helikopter Insya Allah tidak ada persoalan. Tadi juga sudah kita sampaikan ke BNPB, tinggal nanti diurus izinnya,'' katanya. 

Edwar Sanger mengakui, dalam proses pemadaman. Pihaknya sering mendapat kendala, diantaranya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau satgas darat dan sulitnya sumber air. 

''Cuaca ekstrim, angin yang kencang, sumber air sedikit, dan juga lokasi kebakaran cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu lama. Sehingga kawan-kawan sedikit kesulitan padamkan api di sana, karena selain kita harus menggunakan mobil, pompong, dan juga jalan kaki yang cukup jauh,'' ungkapnya. (HA)