Tukang Tebas PT RIA di Inhil Tewas Diterkam Harimau 

Jumat,24 Mei 2019 - 16:37:17 WIB

Riauaktual.com - Seorang pekerja PT RIA anak perusahaan Sinar Mas bernama M Imran (32) tewas setelah mendapat serangan diduga harimau, Kamis (23/5/2019) siang di Pelangiran, Indragiri Hilir (Inhil) sekitar pukul 12.00 WIB. 

Warga Dusun Perasak Desa Gapura,  Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat ini tewas setelah diserang dari belakang. 

Suharyono Kepala BKSDA Riau mengatakan, kronologis kejadian bermula ketika sekitar pukul 6.30 WIB korban bersama dengan 8 orang rekannya, Satria, Adi Yansah, Adi dan Wandi, Edi Wahyudi. Kemudian Heri, Andi dan Mayadi sedang bekerja menebang pohon Akasia dilokasi. 

Sekira pukul 10.30 WIB rekan-rekan korban memutuskan kembali ke camp untuk beristirahat tetapi korban tidak ikut. 

Berselang lebih kurang 30 menit kemudian, korban tidak kunjung kembali, dan teman-temannya berupaya mencari korban dengan menggunakan excavator. 

Lebih kurang 1 jam melakukan pencarian, akhirnya korban ditemukan diarea perkebunan Akasia Kanal Sekunder 41 PT RIA Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. 

''Teman-teman korban menemukan korban tewas dan juga menjumpai seekor harimau, tidak jauh dari lokasi tersebut,'' kata Suharyono.

Hasil pengamatan terhadap korban, almarhum pertama ditemukan dalam keadaan tertelungkup dengan beberapa luka ditengkuk yang diduga akibat diterkam oleh satwa harimau. 

Melihat korban tak bernyawa, teman-temannya langsung mengevakuasi korban. Kemudian dibawa ke Pelabuhan PT RIA dengan menggunakan speed boad 15 PK. 

Tiba di pelabuhan langsung dilakukan pemeriksaan medis oleh dr Palupi dokter pada UPT Puskesmas Pelangiran. 

''Hasil pemeriksaan korban mengalami luka yang pada bagian tengkuk, leher, kepala bagian belakang, mata sebelah kanan, yang diduga akibat serangan harimau,'' jelas Suharyono. 

Menurut data pihaknya, lokasi korban tewas merupakan Lanscape atau habitat satwa harimau Sumatera. ''Disana itu masih hutan rimbun, dan memang habitatnya harimau Sumatera,'' ungkap Suharyono. 

Penampakan harimau itu, diakui warga terlihat satu bulan setengah sebelum penyerangan kemarin. 

''Warga melaporkan melihat penampakan harimau. Bahkan, kemunculan si belang itu terekam kamera video,'' kata dia. 

Sebelum penyerangan kemarin, seingat Suharyono, pihaknya telah mengambil langkah-langkah antara lain melakukan kerjasama dengan PT RIA memberikan sosialisasi terhadap karyawan nya agar dalam bekerja selalu berkelompok. 

''Saat sosialisasi, kita himbau karyawan tidak bekerja sendirian. Dan faktanya almarhum diterkam saat sendirian,'' ungkap Suharyono. 

Tim dilapangan, saat ini juga sedang melihat arsip kehadiran. Guna mengetahui apakah almarhum ikut saat tim melakukan sosialisasi. 

''Untuk tujuh orang yang selamat, dari pantauan kita mereka semua ikut kegiatan sosialisasi kemarin,'' kata Suharyono. 

Selain jalan sosialisasi, tim juga menyebar tanda-tanda disekitar lancescape agar masyarakat berhati-hati di sekitar area hutan. 

Tim BKSDA, sambung Suharyono sudah turun ke Inhil. Namun, pihaknya belum bisa mengambil kebijakan karena memang Lanscape Kerumutan. (HA)