Partai Gerindra Klaim Temukan Kejanggalan Real Count KPU

Jumat,19 April 2019 - 10:34:08 WIB

Cadas..Ada 61 TPS di Daerah Ini Jokowi-Maruf Menang 100 Persen

Riauaktual.com - Partai Gerindra menyebut ada kejanggalan dalam proses real count KPU yang hingga Kamis (18/4/2019) pukul 21.45 WIB, masih menempatkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/4).

Dari data yang bisa dilansir dari laman resmi KPU, tampak progres TPS baru 7.598 dari 813.350 atau 0,93416 persen.

Hasilnya, pasangan Jokowi-Ma’ruf saat ini unggul dengan 57,27 persen atau 828.958 suara.

Sementara pasangan Prabowo-Sandi mendapat 42,73 persen atau 618.412 suara.

“Awas KPU curang coba menyamakan hasil real count dengan hasil quick count lembaga survei,” ingat Arief.

Dia pun meminta publik mencermati keanehan di website pemilu2019.kpu.go.id.

Alasannya, suara masuk ke tabulasi KPU dari Jawa Tengah sangat cepat di-upload dibandingkan DKI Jakarta dan provinsi lainnya.

Ia menuding, hal itu dilakukan karena bertujuan agar ter-framing hasil real count dengan quick count.

“Masa iya Jakarta yang lebih kecil luas areanya kalah cepat dalam meng-upload hasil Pilpres dibandingkan Jawa Tengah. Sangat enggak mungkin ya,” tutur Arief.

Dia meyakini bahwa infrastruktur dan sarana prasarana di DKI Jakarta jauh lebih maju dibandingkan Jawa Tengah untuk melakukan upload hasil penghitungan C1 ke server KPU.

“Ayo awasi KPU yang diduga akan lakukan kecurangan masif untuk membangun opini sesat memenangkan Joko Widodo-Maruf Amin,” ajaknya.

“Dulu waktu Pilpres 2014, Jawa Tengah paling lambat memasukkan data C1 ke server KPU,” tutupnya.

Usai gelaran Pemilu dan Pilpres 2019, kabar server Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihack menyeruak. Hal itu disertai dengan down server.

Akan tetapi, kabar tersebut dibantah keras Komisioner (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi.

Menurutnya, permasalahan yang sempat dialami pada sistem penghitungan (Situng) KPU itu hanya karena permasalah teknis saja.

Demikian disampaikan Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Permasalahan teknis dimaksud adalah lantaran pada saat itu banyak masyarakat yang mengakses laman KPU tersebut.

“Kami pastikan sistem IT KPU sebenarnya aman-aman saja. Kalau pun hari ini atau beberapa saat lalu down, itu karena memang traffic-nya sangat tinggi,” tegasnya.

Antusiasme untuk melihat hasil penghitungan cepat Pemilu 2019 tinggi menjadi alasan masyarakat yang mengakses situs tersebut.

Sebab, penghitungan di KPU merupakan yang resmi, berbeda dengan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

“Orang penasaran setelah diombang-ambingkan oleh hasil quick count yang diterima secara berbeda-beda. Jadi mereka mengandalkan hitungan KPU,” sambungnya.

Mantan Ketua Bawaslu Banten itu menambahkan, arus lalu lintas situs di hari pencoblosan memang cukup tinggi.

Akan tetapi, hal itu kemudian mulai normal kembali di hari pertama usai pencoblosan.

 

Sumber: pojoksatu.id