Tim Ahli Litbang Kementrian PUPR Lakukan Kajian, Runtuhnya Rumah Pompa SPAM Durolis

Jumat,11 Januari 2019 - 19:48:45 WIB

ils/ int

Riauaktual.com - Runtuhnya rumah Pompa Sistem penyediaan air minum (SPAM), untuk di Dumai, Rohil dan Bengkalis (Durolis) menjadi perhatian Kejaksaan Tinggi Riau. Dugaan penyebab robohnya, saat ini masih misterius. 

Rumah SPAM itu, diketahui sampai saat ini juga belum di fungsikan penggunanya. 

Pembangunan proyek strategis dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rohil, APBD Provinsi Riau dan APBN Pusat. Nantinya, akan digunakan melayani kebutuhan air minum tiga kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning menelan anggaran sebesar Rp623 miliar. 

Sesuai rencana, pengerjaan fisik kegiatan tersebut dimulai sejak tahun 2017 lalu. Target penyelesaian, dapat digunakan pada tahun 2019 ini. 

Namun, faktanya sebelum difungsikan salah satu bangunan di unit SPAM Durolis yang berada di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Rohil telah roboh, Jum'at (4/1/2019) lalu. 

Banguan itu diketahui berdiri di sekitaran pinggiran Sungai Rokan, dan tampak hanya tinggal reruntuhan tiang rata bersama dengan tanah. 

Diketahui, rumah pompa itu dikerjakan oleh PT Monhas Andresrabat dengan nilai penawaran Rp26,6 miliar. Proyek itu dimenangkan dengan proses lelang proyek bersumber APBN tahun 2018 dari pagu anggaran Rp33,68 miliar. 

Untuk PT Riau Multi Cipta Dimensi merupakan pemenang supervisi dengan harga penawaran Rp 1.035.100.000 dari pagu sebesar Rp 1.050.000.000. Kedua perusahaan tersebut berdomisili di Pekanbaru. 

Menurut Muspidauan selaku Kasi Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau mengatakan, pihaknya sudah mengetahui salah satu bangunan penyediaan air baku SPAM Durolis di Kabupaten Rohil, roboh. 

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 4 Januari lalu. ''Setelah kita telusuri, bangunan yang roboh merupakan stuktur atap rumah pompa SPAM Durolis,'' ujar Muspidauan Jumat (10/1/2019) kemarin. 

Menurut Muspidauan, untuk pelaksanaan pembangunan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dikawal oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Riau. 

''Pembangunan itu dikawal TP4D Kejati,'' tambahnya. 

Fakta dilapangan, proyek itu dilaksanaankan oleh rekanan dari PT Monhas Andresrabat. Atas kejadian itu, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap direktur perusahaan tersebut dan pihak dari Balai Sungai Sumatra III untuk mengetahui secara langsung peristiwa ambruknya bangunan itu. 

''Sudah kita panggil Monang Hasibuan selaku Direktur PT Monhas Andresrabat dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Cahyo Santoso Samosir dari pihak Balai Sungai Sumatra III, kemarin. Untuk menjelaskan secara langsung situasi yang terjadi,'' katanya. 

Setelah mendapatkan penjelasan keduanya, selanjutnya mereka telah mendatangkan ahli dari Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Melibatkan tim ahli ini, menurut Muspidauan, akan melakukan kajian secara teknis terkiat ambruknya bangunan rumah pompa. 

''Saat ini tim ahli sedang bekerja di lapangan. Saat ini kita masih menunggu apa hasil kajian itu,'' paparnya. 

Muspidauan juga belum dapat memastikan penyebab robohnya rumah pompa SPAM Durolis itu. Hal ini mengingat masih menunggu hasil kajian dari tim ahli. 

''Kita bisa tahu, nanti setelah didapat hasil kajian tim teknis,'' imbuh Muspidauan. 

Akibat robohnya rumah pompa SPAM Durolis itu, diketahui berdampak pada tertundanya pendistribusian air bersih ke warga. Hal ini sebagimana dikatakan Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, Dadang beberapa waktu yang lalu.

''Akibat robohnya rumah pompa di Rohil itu sangat berpengaruh kepada pendistribusian air bersih ke masyarakat Rohil,'' ungkapnya.

Terpisah Dadang mengatakan, bahwa seharusnya di awal Februari ini, rumah SPAM Durolis itu sudah dapat digunakan warga Rokan Hilir. Hal, dikarenakan jaringan pendistribusian utamanya sudah selesai dibangun oleh Pemprov Riau. Proses finishing, saat ini hanya tinggal rumah pompanya, yang dibangun oleh Kementerian PUPR.

''Karena robohnya rumah pompa itu, maka tertunda jadinya dengan waktu yang belum bisa kami tentukan sampai kapan. Hal ini karena harus rapat dulu dengan pihak Kementerian PUPR yang membidangi SPAM,'' ujarnya.

Dijelaskan Dadang, bangunan rumah pompa SPAM Durolis tersebut dibangun oleh anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Sehingga kewenangan pembangunannya berada di Kementerian PUPR.

Saat ini kata dia, rumah pompa tersebut masih dalam pengerjaan. Pengerjaan dilakukan oleh rekanan Kementerian PUPR. ''Rumah pompa itu memang belum diserahkanterimakan,'' ujarnya.

Sehingga, ketika SPAM itu roboh, maka masih menjadi tanggung jawab rekanan. Pihak rekanan, kata Dadang, juga siap bertanggung jawab. ''Masih tanggung jawab rekanan. Saya dengar pihak rekanan bertanggung jawab kok atas robohnya rumah pompa itu. Mudah-mudahan teman-teman bisa cepat mengatasinya,'' sebut Dadang.

Dadang mengakui, bahwa Pemprov Riau juga menganggarkan untuk pembangunan SPAM ini. Namun untuk jaringan distribusi utama, bukan rumah pompa. 

''Kami ada menganggarkan untuk pembangunan jaringan distribusi utama Durolis di Bengkalis dan Dumai. Kalau di Rohil, sudah selesai (jaringan utamanya),'' kata dia.

Pemerintah kabupaten/kota juga ikut menganggarkan untuk pendistribusian air bersih ini. Untuk kabupeten/kota, khusus menganggarkan jaringan ke rumah-rumah warga. 

''Kalau jaringan ke rumah-rumah itu kewenangan kabupaten/kota,'' sebutnya.

Atas kejadian ini, pihak dari Kejari Rokan Hilir juga telah turun ke lapangan untu meninjau kondisi bangunan rumah pompa SPAM Durolis yang ambruk. Dimana pada kesempatan itu turut hadir Kejari Rohil, Gaos Wicaksono SH MH, dan Kasi Pidsus Mochtar Arifin SH.  

''Ya terkait dengan adanya kejadian itu, kami sudah tinjau kemarin,'' kata Farkhan, Kasi Intelijen Kejari Rohil.

Disampaikannya,pembangunan dari unit SPAM tersebut merupakan kewenangan dari provinsi. Selain itu, pelaksanaan kegiatannya mendapat pengawalan dari TP4D Kejati Riau. Akan tetapi, lantaran tempat kejadian perkara masuk dalam wilayah kerja Korps Adhiyaksa Rohi, maka perlu dilakukan peninjauan. 

''Dan kebetulan pada saat itu, turun dari pihak kementerian juga, dan mereka menjelaskan bahwa pekerjaan itu belum diserahterimakan ke kementerian, sehingga masih menjadi tanggung jawab dari pihak kontraktor,'' kata Farkhan. 

Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pembangunan SPAM Durolis, Pemkab Rohil sendiri telah menyiapkan sedikitnya Rp34 miliar dana dari APBD untuk pelaksanaan pembangunan tahap I dari IV tahap yang direncanakan untuk pemasangan Jaringan Distribusi Pembagi (JDP) sambungan ke rumah-rumah masyarakat.

Sementara itu, Provinsi Riau melalui Dinas PUPR di 2017, menganggarkan pembangunan jaringan distribusi utama Tanah Putih Tanjung Melawan senilai Rp50.095.430.000. Kegiatan itu dimenangkan oleh PT Risa Lisca asa Jakarta Pusat dengan nilai kontrak Rp48.370.810.000 dan Konsultan Pengawas PT Riau Multi Cipta Dimensi Rp677.495.000.

Lalu di 2018, Dinas PUPR Riau kembali menganggarkan pembangunan jaringan distribusi utama dari Boostar Kabupaten Rohil ke Kota Dumai senilai Rp20.000.000.000. Dimana dimenangkan PT
PT Sangkuriang Karya Semesta beralamat di Bandung dengan nilai kontrak Rp17.537.700.796, dan Konsultan Pengawas CVAdhitama Karya Rp239.118.000. 

Selanjutnya, pembangunan jaringan distribusi utama dari Booster Kabupaten Rohil ke Kabupaten Bengkalis yang dimenangkan PT Shapa Abadi beralamat di Pekanbaru dengan nilai kontrak Rp12.579.863.000 dan Konsultan Pengawas PT Wandra Cipta Engineering Consultant Rp150.290.000. (HA)