Kejaksaan Negeri Bengkalis Bidik Korupsi Lebih Besar Dari Kasus Dishub 

Kamis,10 Januari 2019 - 18:31:07 WIB

Kepala Seksi Pidana Khusus Agung Irawan SH. (Put)

Riauaktual.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis terus menghunuskan pedangnya pada aksi korupsi di Kabupaten Bengkalis.  Setelah mengungkap beberapa kasus korupsi, sampai saat ini masih ada target yang masuk ke daftar Kejari untuk diungkap.

Pernyataan itu dikatakan Kajari Heru Winoto  melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus)  Agung Irawan saat ditanyai perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) penyelewengan pengelolaan aset daerah kapal Tasik Gemilang di Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis tahun 2012 sampai tahun 2018 yang telah merugikan uang negara senilai Rp 1,3 miliar tersebut.  

"Kami mengincar yang lebih besar dari Dinas Perhubungan (Dishub).  Ada yang kami bidik korupsi lebih besar ditahun 2019 ini. Kita tunggu saja tanggal mainnya," tegas Agung Irawan tanpa menyebutkan secara detail target yang mereka incar tersebut.

Dia pun belum membeberkan nama-nama OPD yang menjadi target pihaknya. Meski demikian Agung sempat menyatakan akan mengumumkan OPD yang terindikasi ada praktek korupsi di dalamnya.

"Belum sekarang ini, nanti akan kami umumkan. Yang pasti ada yang kami bidik," ujar Agung menambahkan.

Sementara itu disinggung mengenai perkembangan korupsi Dishub, ia mengatakan untuk kedua tersangka agar tetap kooperatif  selama proses hukum berjalan.

Selain perkara tersebut pada tahun 2018 pihaknya juga meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan sejumlah perkara yang menunggak ditahun 2017 lalu.

Diantaranya perkara Korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu tahun 2016. Kemudian Tipikor APBDes Jangkang pada anggaran tahun 2014 hingga 2015 lalu. Selain itu, terkait perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) atas nama Yusrizal Handayani dimana sudah diputuskan oleh hakim dan sudah inkrah. 

Perkara bantuan dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) Desa Kadur kecamatan Rupat Utara atas nama terdakwa Zali.

"Dalam eksekusi keseluruhan ini Kejari Bengkalis menyita barang bukti berupa uang total satu miliar seratus enam puluh lima juta rupiah, dan sudah distor ke kas daerah melalui Sekda Bengkalis," ungkap Agung. 

Selain itu pihak Kejari Bengkalis juga dalam waktu dekat akan mengeksekusi berupa uang lagi sebesar Rp 1,285 miliar  dan kemudian uang sebesar Rp 300 juta rupiah keseluruhan jumlah yang akan diesksekusi merupakan perkara TPPU Yusrizal Handayani. "Secara total yang akan dieksekusi sebesar Rp 1,585 miliar rupiah," akhir Agung yang 9 bulan menjabat Pidsus ini. (Put)