Awal Tahun Disambut Kebakakaran Hutan, Riau Berencana Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kamis,03 Januari 2019 - 17:52:34 WIB

foto : internet (kebakaran hutan)

Riauaktual.com - Awal tahun ini, Riau sudah kembali harus disibukkan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kebakaran saat ini melanda diperbatasan Kota Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Riau, Jim Gapur mengatakan kebakaran terdeteksi di Desa Mamugo Kecamatan Tanah Putih, Rohil. Kebakaran terjadi di wilayah dengan kontur gambut.

"Lokasi kebakarannya masuk perbatasan Rohil dan Dumai. Daerah yang saat ini terjadi kebakaran merupakan memang wilayahnya rawan kebakaran," kata Kepala Bidang Kedaruratan (BPBD) Riau Jim Gapur Kamis (3/1/2019) kepada Koran Harian Rakyatriau (riauaktual.com) group.

Jim Gapur menerangkan, bahwa kebakaran di wilayah Desa Mamugo sudah terjadi sejak 1 Januari 2019 atau sejak awal tahun. Lokasi yang sulit di jangkau menjadi slaah satu kendala pemadaman dilakukan.

"Saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan, " tuturnya.

Untuk penanggulangan kebakaran, pemerintah daerah melakukan kerjasama dengan pihak TNI, Polri. Sejauh ini penangulangan kebakaran masih ditangani melalui darat. Penanggulangan melalui udara belum bisa dilakukan karena belum ada penetapan status siaga.

"Sejauh ini sudah ada 15 hektar lahan yang terbakar. Upaya pemadaman masih terus dilakukan. Status siaga darurat kebakaran sepertinya sudah bisa diberlakukan agar sinergitas antara intansi lebih baik. Namun untuk menetapan status harus dilakukan rapat bersama terlebih dahulu, "ucapnya.

Dia menerangkan, bahwa Kota Dumai dan Rohil merupakan wilayah yang terlebih dahulu rawan kebakaran. Menggigat di wilayah pesisir dan utara Riau lebih dahulu kemarau dibanding daerah lain.

"Kita sangat terkejut dengan bencana kebakaran di awal tahun ini. Dari dulu memang jika terjadi kebakaran Rohil dan Dumai menjadi wilayah yang terbakar," pungkasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan wilayah pesisir Riau mulai dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, hingga Meranti saat ini rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

"Potensi Karhulta di wilayah pesisir Riau cukup tinggi. Curah hujan di wilayah pesisir saat ini sangat kecil dan cuaca juga cukup panas," kata Staf Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Mia Fadillah.  

Secara umum, Mia mengatakan Provinsi Riau menghadapi peralihan cuaca atau Pancaroba, dari musim penghujan ke musim kemarau. Wilayah pesisir seperti yang disebutkan diatas menghadapi musim kemarau lebih cepat dibanding wilayah lainnya. 
   
Mia memprediksi, musim kemarau akan terus bergeser ke wilayah lainnya di Provinsi Riau dan sepenuhnya memasuki musim kering pada akhir Januari mendatang. 
 
"Musim kemarau nanti akan berlanjut hingga Februari," ujarnya. 
     
Minimnya curah hujan di wilayah Riau berdampak pada mengeringnya lahan gambut, terutama di wilayah pesisir. 

Staf Analis BMKG Pekanbaru, Bibin, menjelaskan bahwa kebakaran lahan di Rokan Hilir akibat minimnya hujan yang terjadi sepanjang satu dasarian terakhir. Dasarian merupakan istilah klimatologi yang menunjukkan rentang waktu 10 hari. 
   
Provinsi Riau pada 2018 lalu berhasil menekan angka Karhutla dan mencegah terjadinya bencana kabut asap. Meski begitu, sedikitnya 5.000 hektare lebih lahan di wilayah itu hangus terbakar. Rokan Hilir merupakan salah satu wilayah yang mengalami kebakaran terhebat sepanjang tahun 2018 lalu. (Nda)