Dinilai Berbelit Tangani Corona, Dewan Sebut Rapat Pemko Pekanbaru Bertele-tele!

Kamis, 16 April 2020 - 17:28:38 WIB

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Heri Setiawan

Riauaktual.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Heri Setiawan mengkritik rapat yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang cenderung berbelit sehingga memakan waktu yang lama untuk memutuskan penanganan Pandemik Virus Corona (Covid-19) di Pekanbaru.

"Janganlah rapat itu bertele-tele. Ketika payung hukum sudah ada dan ketika sudah bisa terlaksana, laksanakan saja. Masyarakat ini sekarang sudah sangat butuh," kata Heri saat berbincang bersama wartawan,  Kamis (16/04/2020).

Heri juga menegaskan bahwa Pemko Pekanbaru, dalam hal ini Walikota jika memerintahkan anak buah kelapangan untuk bertugas menangani corona, pastikan mereka diberi  Alat Pelindung Diri (APD).

"Pejabat-pejabat yang memerintahkan anggota atau anak buahnya ke lapangan, baik itu tingkat Kecamatan dan tingkat Kelurahan, saya mengajak pejabat tersebut untuk berfikir semenit saja, apakah yang diperintahkan tersebut dilengkapi dengan APD atau tidak?," tegasnya.

Heri mencontohkan seperti Ketua RT dan juga RW yang melakukan pendataan korban yang terdampak Covid-19 yang bekerja tidak dilengkapi dengan APD.

Selain tidak dilengkapi dengan APD, perhatian dari Pemko Pekanbaru juga dipertanyakan karena tidak memberikan dana operasional yang berguna untuk menunjang kinerja para garda terdepan tersebut.

"Jangan wacana saja akan membagikan sembako, pasar murah atau mengadakan ini itu. Omongan kosong saja, ini sudah satu bulan lebih dan masyarakat tidak butuh kita banyak rapat," tegasnya.

Heri juga menyebut pada esok, Jum'at (17/04/2020) Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) akan diberlakukan di Pekanbaru. Dan dampak dari pemberlakuan PSBB tersebut adalah masyarakat yang berdagang pada malam hari akan terkena dampak yang sangat besar.

"Ayolah, saya mengetuk hati pejabat bahwa saatnya anda berjuang sekarang, baik dari gaji dan penghasilan untuk bersedekah karena ini bukan bencana alam biasa," pungkasnya. (DON)