Sembilan DPC PD di Riau Setuju Musda Dipercepat

Rabu, 04 Desember 2013 - 05:28:00 WIB

Ilustrasi. FOTO: int

PEKANBARU, RiauAktual.com - Surat Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) 8 November 2013 yang berisi perintah untuk segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) bagi DPC dan DPD se-Indonesia yang belum memiliki ketua defenitif, ternyata mendapat reaksi cepat dari hampir semua DPC PD yang ada di Riau.

Tanggal 13 November lalu, surat bersama yang diteken oleh 9 ketua DPC PD (Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Dumai, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuansing dan Siak) sudah sampai ke tangan Ketua Harian DPP PD, Syarif Hasan di Jakarta.

“Isi surat kami itu adalah supaya DPD PD segera menggelar Musda sesuai arahan DPP supaya kami segera mendapatkan ketua defenitif. Ini teramat penting supaya kami bisa segera berkonsolidasi untuk menghadapi Pemilihan Legislatif April tahun depan. Sebab tanpa ketua defenitif, konsolidasi tidak akan efektif lantaran kewenangan Plt itu terbatas. Jadi permintaan segera Musda itu semata-mata untuk kepentingan partai,” kata Ketua DPC PD Indragiri Hulu kepada wartawan Rabu (4/12/13).

Lantaran teramat penting kata wakil Ketua DPRD Inhu ini, Musda itu musti sesegera mungkin. Jangan ditunda-tunda lagi. “Pilgubrikan sudah selesai. Dan kenyataannya kita masih belum beruntung. Kalau Musda segera digelar dan kita sudah punya ketua defenitif, maka kita akan lebih gampang untuk konsolidasi supaya perolehan suara di Pileg mendatang lebih besar dibanding perolehan suara di Pilgubri,” ujarnya.

Terkait soal kisruh di internal DPD PD, Arwan menganggap itu hanyalah miskomunikasi. “Musda itu kan terbuka untuk semua kader. Pak Achmad mau maju, silahkan. Yang penting bagi kami adalah DPD PD harus segera punya ketua defenitif,” tegasnya.

Jika DPP kata Arwan masih belum juga menanggapi surat mereka, maka Arwan bersama 8 DPC lain akan menggelar pertemuan untuk membahas apa yang harus mereka lakukan. “Kalau tak ada halangan, hari ini saya akan bicarakan dengan rekan-rekan ikhwal surat itu,” terangnya.

Terkait surat permintaan segera segera dilakukan Musda DPD PD itu, Ketua Harian DPP Demokrat Syarif Hasan maupun Sekjen DPP PD Edhi Baskoro, belum merespon pesan singkat yang dikirim wartawan ke ponsel dua petinggi itu.

Di sisi lain, pengamat politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan sependapat dengan apa yang dikeluhkan Arwan. Bahwa PD musti segera membenahi internalnya lewat konsolidasi menyeluruh, biar DPD PD Riau tak lagi menjadi pecundang seperti di Pilgubri yang baru saja berlalu. “Musda musti segera dilakukan agar DPD PD Riau punya ketua defenitif. Sebab tanpa ketua defenitif, konsolidasi internal tak akan bisa maksimal,” katanya.

Terkait kesan lambannya DPP PD merespon surat 9 DPC tadi, bagi Saiman, itu tak lebih dari kondisi DPP yang masih syok dengan perolehan suara calon Demokrat di Pilgubri. “DPP tentu masih menunggu hasil resmi Pilgubri yang bakal diumumkan oleh KPU pada 6 Desember ini. Sebab hasil itu sangat penting untuk bahan analisa DPP,” katanya.

Di sisi lain, kalahnya calon Demokrat di putaran pertama dan kedua, serta kondisi internal yang tak kondusif membikin DPC-DPC panik. Mereka ingin segera melakukan soliditas supaya kekalahan tak terulang lagi di Pileg mendatang. “Ini yang musti dicermati oleh DPP. Jadi, kalau tak mau jadi pecundang di Pileg mendatang, konsolidasi hingga ke level terbawah musti segera dilakukan oleh demokrat.

"Tentu lewat kepemimpinan yang defenitif. Kalau tidak, maka jangan harap demokrat akan bisa mengimbangi suara Golkar. Boro-boro mengimbangi, seri saja sudah susah,” ujarnya.

Editor: Riki
Sumber: riauterkini.com