Disdik Pekanbaru Ragukan Hasil UN Matematika dan IPA SD

Selasa, 11 Juni 2013 - 04:55:00 WIB

Kabid TK/SD Pekanbaru, Naguib Nasution SPd

PEKANBARU, RiauAktual.com - UN Tingkat SD di Kota Pekanbaru lulus seratus persen dan mendapat peringkat kedua di Riau, tetapi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mempertanyakan hasil UN Matematika dan IPA yang kemungkinan ada kesalahan pada soal ujian.

Seperti disampaikan Kabid TK/SD Pekanbaru, Naguib Nasution SPd mengatakan, banyak anak yang dapat nilai 9,5 untuk mata pelajaran Matematika di Pekanbaru, padahal menurut banyak guru menilai siswa mampu lebih dari 9,5 bahkan untuk dapat nilai 10 pasti bisa.

"Dengan begitu ini dianggap adanya kemungkinan kesalahan pada butir soal matematika 37 dan 38 yang membuat siswa tidak bisa mendapatkan nilai 10, padahal dalam setiap UN tahun sebelumnya selalu ada siswa yang meraih nilai 10, tetapi tahun ini paling tinggi hanya 9,5," kata Naguib.

Bukan Disdik saja yang mempertanyakan hal ganjil ini, tetapi para guru juga banyak yang mempertanyakannya. Apalagi soal UN tahun ini dianggap tidak terlalu sulit, sedangkan untuk soal IPA ada dua kemungkinan terjadi kekeliruan, yaitu bisa saja salah pada penulis dalam membuat kunci jawaban dan aplikasi scoring yang dipakai salah kunci jawaban.

"Bisa jadi yang dipakai bukan kunci jawaban dari soal yang diujikan karena kunci jawaban itu ada empat, ada kunci jawaban ujian utama, ujian utama dua, ujian susulan dan ujian cadangan," sebut Naguib lagi.

Menurut Naguib, dari tahun 2008 UASBN dan UN IPA selalu meraih nilai rata-rata tertinggi di Riau, dari semua mata pelajaran yang di UN kan, tapi tahun ini menjadi paling rendah yaitu 8,11 dan itu hanya satu sekolah di SDN 15 Pekanbaru.

"Jadi, karena masalah ini akan mempengaruhi rata-rata nilai IPA Riau di tingkat Nasional maka saya berharap Disdik Riau mau membuka kunci jawaban untuk soal Matematika dan IPA yang diperkirakan ada kekeliruan, karena tidak ada larangan buka kunci jawaban disebabkan UN telah selesai dan hasilnya juga sudah keluar," pungkasnya.

Laporan: Ade Lestari
Editor: Riki