Ada 13 Titik Hot Spot di Inhu

Senin, 04 Maret 2013 - 01:20:00 WIB

Ilustrasi kebakaran lahan. FOTO: int

INHU (RA) - Titik api atau hot spot di Kabupaten Inhu sejak Januari hingga Februari 2013 berjumlah 13 titik api. Titik api ini dipantau dan terdeteksi dengan satelit NOA 18.

Hal ini dikatakan Kepala Daerah Operasi Rengat dari BMKG, Syailendra Djawar ketika dikonfirmasi reporter RiauAktual.com Senin (04/03/2013) di ruang kerjanya. Dikatakan Syailendra, untuk di Inhu ada 3 titik hot spot, saat ini sudah dilakukan groundcek dan terdapat di Pulau Gelang 1 sekitar 2 hektare lahan luasnya terbakar.

"Untuk Tupoksi kami di kawasn hutan, kami mendeteksi dengan satelit NOA 18 dan sistem peringatan bahaya kebakaran (SPBK) dari Pekanbari dan Inhu. Saat ini untuk Inhu ada 10 titik hot spot yaitu tanggl 28 Februari ada 5, 27 ada 4, 25 ada 1, jadi totalnya ada 13 hot spot  untuk bulan Januari-Februari ini. Titk hot spot ini yang terbanyak di Batang Peranap dan Rengat Barat," ungkapnya.

Diterangkannya lebih lanjut, sebagai antisipasi kebakaran, di kantor operasi daerah Rengat saat ini terdapat armada kekuatannya 4 regu yang beranggota 60 orang, untuk mobil kebakaran itu terbagi di bebrapa daerah, tidak hanya di Inhu saja tetapi 4 kabupaten seperti Kuantan Singingi, Pelalawan, Inhu dan Inhil, akan tetapi memang kantor pusatnya di Inhu tepatnya di Rengat tersebut.

"Untuk di Inhu ada 8 mobil pemadam kebakaran dengan data hot spot di Inhu dengan 8 unit ini kami masih mangalami kekurangan mengigngat personil yang ada kalau bisa kami membutuhkan sebanyak-banyaknya maksimal 16 unit. Berhubungan kami di hutan, kami tidak menggunakan tengki, kami menggunakan pompa yang bisa dibawa ke hutan namanya potable. Jadi mobil monilok yang mengangkut itu untuk melangsir," katanya lagi.

Ditambahkannya, kendala yang dihadapi dalam bertugas yakni menentukan hot spot. Satu titik hot spot dicari dengan menggunakan kompas sedangkan jalan ke titik tersebut tidak seperti di jalan lintas. "Harapan kami agar Pemda dalam hal ini Dinas Kehutanan, secara umum masyarakat di Inhu bisa bekerja sama dalam hal pengendalian kebakaran hutan, karena tingginya hot spot yang dirugikn masyarakat Inhu juga pastinya.

Laporan: Undri, Inhu
Editor: Riki