Angkasa Pura II Pekanbaru Perlu Duduk Bersama Stakeholder Transfortasi

Kamis, 04 Oktober 2012 - 04:38:00 WIB

Sumber foto rpg

PEKANBARU (RA)- Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II sudah beroperasi sekian lama, namun tidak banyak kalangan yang menikmati rejeki dan mata pencarian di sana. Contoh kecil di bidang transfortasi, masih banyak kalangan yang merasa di anak tirikan karena tidak diijinkan ikut mengais rejeki di bandara yang tingkat penumpangnya terbilang padat ini.

Sebut saja jasa transfortasi taxi yang kini boleh masuk Bandara SSK II tidak semuanya, ada operator taxi lainnya yang tidak di perkenankan masuk karena masih baru yakni operator taxi Bule Bird.

Pengamat Perkotaan Mardianto manaf, saat di konfirmasi via selular menyatakan melihat perkembangan Bandara udara kini sudah selayaknya transfortasi yang ada seperti trans metro diijinkan masuk air port. Ini tentunya akan mempermudah penumpang yag akan menggunakan jasa angkutan saat berangkat dan menuju bandara.

"Melihat bandara SSK II saat ini sudah saatnya perlu ada penambahan akses dan kemudahan transfortasi ke bandara, baik itu berupa bus maupun taxi," ujarnya.

Terkait Trans Metro masuk bandara Manaf menyebutkan, sudah sepantasnya, karena ini bisa memudahkan penumpang yang akan masuk dan keluar bandara.

"Lebih  banyak transfortasi masuk bandara lebih bagus, karena airport milik bersama, tidak milik perorangan atau lembaga, apalagi ciri-ciri negara maju harus profesional, siapa yang bagus dan berkualitas dia menang," urainya.

Terkait siapa saja yang bisa masuk bandara, ia menambahkan semua transformasi boleh masuk asal jangan truk " selagi orang menjemput, taxi apapun boleh masuk, jangan dilarang," tandasnya.

Ia juga menambahkan melihat kondisi terkini, dan pemecahan masalah yang timbul di lapangan ada baiknya  semua pihak duduk bersama baik itu Angkasapura, pemko, dan pengusaha transfortasi, untuk membahas bagaimana biar semua saling menguntungkan.(RA5)