Dituntut 20 Tahun Penjara, Bandar Sabu Divonis Seumur Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:35:52 WIB

Riauaktual.com - Dewi ER bakal menghabis sisa umurnya di dalam penjara. Pasalnya, pengendali merangkap bandar sabu dalam jumlah besar tersebut divonis pidana penjara seumur hidup. Meski sebelumnya perempuan akrab disapa Cece itu dituntut 20 tahun penjara. 

Hal itu sebagaimana terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (4/7). Sidang dipimpin hakim Dahlan beragendakan pembacaan amar putusan terdakwa. 

Dalam amar putusannya, Dahlan menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1)  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Dewi Er selama seumur hidup," tegas Dahlan. 

Atas vonis hakim itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya Leyanson TM Siagian SH MH dan Nurhadi SH MH masih menyatakan pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan oleh JPU Jefri Armando Pohan SH. 

Pada sidang sebelumnya, JPU Jefri Armando Pohon menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun. Selain itu, terdakwa juga dibebankan membayar sebesar Rp4 miliar atau subsider 6 bulan kurungan.

Dalam surat dakwaan Dewi bersama-sama Hasan alias San (dilakukan penuntutan secara terpisah) pada hari dan tempat yang sudah tidak dapat diingat lagi sekitar bulan Juni sampai Agustus 2021 lalu, melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika jenis sabu-sabu.

Hal ini berawal saat terdakwa bersama Herman (belum ditemukan) menawarkan pekerjaan kepada Hasan. Kemudian, Hasan datang menggunakan travel dari Sumatra Barat (Sumbar) dan kos sudah disiapkan oleh Herman. Hasan diajarkan cara mencak dan membuang sabu selama satu minggu. 

Akan tetapi, Hasan kembali pulang ke Sumbar lantaran tidak mau digaji sebesar Rp10 juta. Pada bulan Juni 2021, terdakwa Dewi menghubung Hasan dan menawarkan gaji sebesar Rp15 juta dan disetujui oleh Hasan. 

Selanjutnya, Hasan kembali datang ke Pekanbaru. Setibanya, Hasan dicarikan kos di Jalan Riau, Kelurahan Tampan dan diberikan uang sebesar Rp30 juta oleh Dewi. Uang itu, diperuntukkan membayar kos, beli motor dan uang makan. 

Kemudian terdakwa menghubungi Hasan untuk menjemput sabu di Alam Mayang, Jalan Harapan Raya. Mereka berkomunikasi lewat selular dan memerintahkan Hasan untuk mengambil tas serta membawanya ke kosan. Lalu, terdakwa Dewi memerintahkan Hasan mengambil satu bungkus sabu dalam tas dan mengarahkan membuang yang telah dipecah-pecah ke sekitaran Arengka. 

Selang sepekan kemudian, terdakwa kembali menghubungi Hasan dan memerintahkan untuk mengambil sabu yang tersimpan dalam kantong di Jalan Harapan Raya. Kemudian terdakwa menyuruh saksi Hasan mencak dan membungkus sabuBmembuang sesuai pesanan dari terdakwa. 

Sekitar pukul 20.00 WIB, Hasan keluar dari kos untuk makan nasi uduk di LATANZA Jalan  Sampoerna ditangkap Satresnarkoba Polresta Pekanbaru. Dan dilakukan penggeledah di kos Hasan ditemukan sejumlah barang bukti di antaranya 11 bungkus teh cina warna kuning berisikan sabu seberat 11.276,23 gram, 20 bungkus plastik bening berisikan sabu seberat 1.998,1 gram. 

Lalu, empat bungkus plastik bening berisikan sabu 203 gram, tiga plastik bening berisikan sabu seberat 101,71 gram. 9 bungks sabu seberat 115,01 gram, dan total keseluruhan sabu seberat 13,694 gram.

Terkini

Terpopuler