HOT TOPIC

PSSI Pekanbaru Minta Menpora Cabut SK Pembekuan

Dibaca: 39450 kali  Minggu,31 Mei 2015 | 17:29:21 WIB
PSSI Pekanbaru Minta Menpora Cabut SK Pembekuan Ket Foto : pssi

PEKANBARU (RA)- Sanksi yang sudah dijatukan otoritas sepakbola dunia FIFA kepada PSSI, mendapat berbagai reaksi dari berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan DPRD Pekanbaru. Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri mengaku, sangat menyayangkan sikap pemerintah, dalam hal ini Menpora Imam Nachrowi.

Seharusnya, jika pemerintah mengerti alur pembinaan sepakbola tersebut, pencabutan SK dan pembekuan PSSI tersebut tidak akan terjadi. Apalagi diaturan FIFA, ada namanya statuta yang tak bisa diintervensi, apalagi diganggu oleh pemerintah.

Namun, kondisinya sekarang, FIFA sudah menjatuhkan sanksi dalam waktu yang tidak ditentukan. Sanksi ini bisa dicabut, apalagi Menpora Imam Nachrowi mencabut pembekuan PSSI. Sikap argonsi pemerintah ini, tentunya sangat merugikan dunia sepakbola Indonesia.

Apalagi banyak orang yang menggantungkan hidup di sepakbola. Bayangkan saja, jika Menpora tetap bersikukuh dengan pernyataannya, dan tidak mencabut SK pembekuan tersebut, maka ribuan pemain sepakbola yang saat ini dibina, dipastikan tak punya tujuan pasti.

"Kita dari dewan meminta, dengan jatuhnya sanksi FIFA, Menpora mencabut lagi pembekuan SK terhadap PSSI. Kasihan masyarakat sepakbola Indonesia. Mau jadi apa sepakbola kita nantinya,," kata Aidil yang juga menjabat Ketua Harian PSSI Pekanbaru, Minggu (31/5/) kepada wartawan.

Menurutnya, jatuhnya sanksi tersebut karena ketidaktahuan Menpora tentang dunia sepakbola. Adanya pernyataan Menpora akan mengubah sistem pembinaan sepakbola dengan mengambil alih tampuk kekuasaan PSSI, dinilai sebuah cara yang salah.

Sebab, induk organisasi sepakbola, bukan lah pemerintah. Tapi FIFA untuk level dunia, AFC untuk level Asia dan PSSI untuk level nasional. Justru campur tangan pemerintah ini, membuat situasi jadi kacau balau seperti sekarang ini. "Kita menentang itu. Kita tahu tujuan pemerintah bagus, tapi caranya yang salah," tegasnya.

 

Laporan : don


Akses RiauAktual.Com Via Mobile m.riauaktual.com

TULIS KOMENTAR

comments powered by Disqus
shadow