Ilustrasi Epilepsi (Foto: Tendtoyourhearth)

2,4 Juta Penduduk Indonesia Idap Penyakit yang Dianggap Kutukan

Sabtu,21 April 2018 - 13:03:56 WIB Di Baca : 930 Kali

Riauaktual.com - Dokter ahli spesialis syaraf RS Siloam Tangerang, Banten, Retno Jayantri Ketaren menyatakan di Indonesia sebanyak 1,5 juta hingga 2,4 juta penduduk penderita epilepsi yang memerlukan pengobatan.

"Serangan epilepsi dapat berbeda-beda pada setiap kasus tergantung pada fungsi otak yang mana terganggu," kata Retno Jayantri di Tangerang.

Loading...

Retno mengatakan selain berupa kejang-kejang, serangan epilepsi dapat pula berupa hilang seperti bingung, tiba-tiba menjatuhkan atau melempar benda yang dipegang.

Menurut dia, bahwa hal seperti itu harus diketahui baik keluarga terdekat atau khalayak ramai. Sedangkan penderita epilepsi di dunia, katanya, diperkirakan terdapat empat hingga 10 penyandang epilepsi setiap 1.000 penduduk per tahun. Pihak RS Siloam berencana menggelar seminar khusus epilepsi Sabtu (21/4) dengan tema "Mari Peduli Epilepsi" yang juga diikuti masyarakat awam.

Seminar tersebut di RS Siloam, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, dalam rangka memperingati Hari Epilepsi Dunia yang jatuh pada 26 Maret.

Sebagai pembicara yakni ahli spesialis syaraf selain Retno juga Evlyne E. Suryawijaya, Anyeliria Sutanto dan dipandu sepesialis syaraf senior Rocky FV Situmeang.

Sementara itu, Direktur RS Siloam, Jeffry Oeswadi mengatakan seminar itu untuk masyarakat umum, pasien dan keluarga pasien, agar mitos yang berkembang dapat diluruskan.

Jeffry menambahkan epilepsi bukanlah hal aneh dan tidak berhubungan dengan kutukan atau apapun jenisnya. Namun sebenarnya epilepsi dapat dikontrol dengan minum obat teratur dan kontrol pengobatan yang baik sesuai kondisi pasien karena penyandang penyakit itu dapat hidup seperti orang kebanyakan.

Padahal masyarakat awam sebagian belum paham tentang epilepsi dan penanganannya, bahkan pasien dan keluarga masih malu serta menutupi bila ada keluarga penyandang epilepsi.

Namun seminar tersebut akan melengkapi masyarakat mengenai strategi pengobatan dan motivasi agar jangan memberi stigma negatif terhadap penyandang epilepsi.

Kepala Divisi Bisnis dan Pengembangan RS Siloam, Alexander Mutak mengatakan pihaknya siap melayani pasien epilepsi dan proses penanganan pasien, tidak saja penderita tapi orang paling dekat serumah dengan pasien.

Hal itu penting karena mereka setiap hari bersama penyandang epilepsi agar tidak panik bila ada serangan terhadap pasien, katanya. (Wan)

 

 

Sumber: Okezone.com


Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com