Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mahasiswa IPB Awetkan Cabai dengan Kulit Manggis

Selasa,13 Maret 2018 - 08:31:09 WIB Di Baca : 1778 Kali

Riauaktual.com - Mahasiswa Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Hasan Bisri, meneliti penanganan pascapanen dengan aplikasi pelapis buah atau produk pertanian lain (edible coating) menggunakan ekstrak kulit manggis untuk mengendalikan patogen penyebab penyakit antraknosa pada cabai.

Berdasarkan uji in vitro maupun in vivo, penambahan ekstrak kulit manggis dengan konsentrasi efektif yaitu 50% menunjukan bahwa ekstrak kasar kulit manggis mampu menekan pertumbuhan Colletotrichum capsici penyebab penyakit antraknosa buah cabai.

Loading...

Edible coating sendiri dibuat dari tepung sagu, Carboxymethyl Cellulose (CMC) dan gliserol yang kemudian ditambahkan ekstrak kulit manggis. Penambahan ekstrak kasar kulit manggis mampu menekan tingkat keparahan penyakit antraknosa pada buah cabai sebesar 57% dan memperpanjang masa inkubasi C. capsici sebesar 94% (dari 2.13 hari menjadi 4.13 hari).

Kulit manggis memiliki sifat antioksidan, antitumoral, antiinflamasi, antialergi, antibakteri, antiviral, antimalarial, dan antifungal yang diharapkan dapat menghambat cendawan patogen penyebab penyakit busuk antraknosa. Antifungal merupakan kemampuan senyawa kimia untuk menghambat pertumbuhan cendawan. Ekstrak kulit manggis sendiri sudah banyak diteliti dan terbukti memiliki banyak manfaat untuk manusia. Kulit manggis juga telah lama menjadi obat herbal untuk masyarakat Asia Tenggara.

Seperti dilansir dari laman IPB, Selasa (13/3/2018), Hasan mengungkapkan bahwa ia melakukan penelitian ini karena menyadari bahwa banyak hal yang dapat menghambat produksi cabai sebagai komoditas pertanian penting di Indonesia, seperti pola transportasi dan cuaca, serta hama penyakit yang menyerang pada fase penyimpanan bagi produk pertanian segar.

Salah satu patogen utama yang menjadi hama atau penyakit pada cabai adalah cendawan Colletotrichum capsici penyebab penyakit busuk antraknosa. Patogen ini tidak hanya menyerang pada fase budidaya, namun juga dapat menginfeksi cabai yang telah dipanen. Hasan ingin agar bisa menjaga ketersediaan produk pertanian dengan cara pengawetan bahan produk pertanian yang aman untuk dikonsumsi.

 

Sumber : okezone.com


Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com