Atraksi Bocah di Antara Pencemaran dan Pendangkalan Sungai Siak

Selasa,13 Februari 2018 - 18:55:21 WIB Di Baca : 2424 Kali

Riauaktual.com - Setiap sore, ada pemandangan unik di Sungai Siak. Para bocah memainkan kebolehannya beratraksi, terjun dari ketinggian 15 meter dari permukaan air.

Mereka bergantian, bercanda seraya terjun bebas. Menarik dan menakjubkan.

Loading...

Mereka menaiki menara besi di pinggir sungai. Kemudian terjun, dengan gaya masing-masing. Tidak ada kesan khawatir. Sudah terbiasa, tampaknya.

Di tengah hiruk pikuk lalu-lintas. Di atas dan di bawah jembatan. Para bocah tidak merasa terusik. Terjun terusss...., sampai menggigil.

"Agih pitih limo ibu pak, ambo malompek dari jambatan," pinta seorang bocah dengan baju kuyub.

Itulah pintas kisah siak kala senja. Di Jembatan Leghton. Jembatan yang dibangun PT. Leighton Indonesia Construction Company.

Kisah lain, pencemaran tak terkendali. Berbagai jenis polutan dari limbah rumah tangga tumpah ke sungai ini.

"Tingkat pencenmarannya sudah parah," ujar Ir. Makhruf Siregar, M.Si Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Riau.

Kisah ironisnya sungai ini, yah tentang pendangkalan. Akibatnya, sebagian sungai ini tidak lagi berfungsi maksimal sebagai sarana pelayaran.

"Perusakan lingkungan di bagian hulu yang terus menerus menjadi sumber pendangkalan ini," ujar Pakar Konservasi Hutan dari Universitas Islam Riau, Dr. Elfis, M.Si.

Dulu kedalamannya sampai 30 meter, tapi sekarang hanya sekitar 18 meter karena akibat pendangkalan.

Lebar rata-rata sungai ini 100-150 meter, kira-kira panjangnya adalah 527 km dimana hanya 300 km yang dapat dilayari oleh kapal.  

Sungai Siak memiliki tiga anak sungai utama, yaitu Tapung Kiri, Tapung Kanan, dan Sungai Mandau.

Walaupun airnya tidak jernih dan tidak seindah sungai-sungai lainnya. Toh, selama ini,  Sungai Siak memiliki peranan penting bagi ekonomi masyarakat Riau.

Itu dulu. Kini sungai yang pernah beroleh predikat sungai terdalam di Indonesia itu, kini merana. Antara pendangkalan dan pencemaran.

Di situlah para bocah beratraksi.

 


Penulis: Eldy Setiadi (PJCNEWS)


Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com