foto/thinkstock

Masih SD Kok Naksir-naksiran Sih, Nak?

Sabtu,13 Januari 2018 - 15:32:31 WIB Di Baca : 1864 Kali

Riauaktual.com - Bayangkan si kecil yang masih SD bilang kalau dirinya sedang naksir temannya di sekolah. Gimana reaksi anda dengan ucapan anak ini? Mungkin kaget berat ya?

Menurut Psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan UI, Vera Itabiliana, ketika anak memasuki usia pubertas (perempuan mulai di usia 10-11 tahun, laki-laki di usia 11-12 tahun), perasaan naksir atau suka dengan lawan jenis bisa saja timbul. Jadi wajar-wajar saja sih kalau di usia SD kelas 4-6, anak sudah mengalami rasanya suka pada lawan jenis.


"Orang tua perlu memahami hal ini sebagai sesuatu yang wajar terjadi karena pengaruh hormon pubertas, sehingga dapat menyikapinya dengan bijak dan tidak berlebihan," papar Vera saat ngobrol dengan HaiBunda.

Vera juga menambahkan jalin komunikasi yang hangat dengan anak perlu banget dilakukan dengan intens. Perlu juga nih, terus mengawasi agar anak tidak melewati batas.

Lalu gimana ya kalau anak kita yang masih SD pacaran? Waduh, Nak, bundamu saja pacaran saat sudah kerja, he-he-he.

"Kalau melihat anaknya yang masih kecil pacaran, sebaiknya orang tua memang tidak boleh marah-marah atau sebaliknya mendiamkannya dan merasa ini adalah sesuatu yang alamiah dan tak seharusnya dikhawatirkan berlebihan," ujar psikolog anak, Efnie Indrianie, dikutip dari detikHealth.

Efnie menjelaskan dilihat dari kematangan fungsi otak, anak-anak sekarang memang mengalami kematangan yang lebih cepat dibanding orang tuanya di usia yang sama. Karena itu seringkali anak usia 7 tahun sudah bisa merasakan ketertarikan pada lawan jenisnya.

"Ketika anak mulai menyinggung pacaran, sebaiknya ditanyakan kenapa dia ingin pacaran. Lalu orang tua sebaiknya menjelaskan pacaran itu artinya punya orang terdekat yang jenis kelaminnya berbeda. Di mana pacaran itu juga berarti memberi perhatian, peduli, jadi sebenarnya yang ditanamkan adalah konsep 'best friend'. Kalau ketertarikan secara fisik, sebenarnya itu naluri bawaan," papar Efnie.

Untuk itu sebaiknya orang tua menyiapkan waktu untuk anaknya, mendengar cerita dan keluhannya. Dengan demikian orang tua bisa memantau bagaimana kondisi anaknya dan mulai mengarahkan jika si kecil tidak berada di track yang seharusnya. 

Loading...

 

 

Sumber: haibunda.com


Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com