(Ilustrasi int)

Fadri: Jangan Asal Gusur PKL di Pekanbaru

Jumat,30 November 2012 - 10:53:00 WIB Di Baca : 66110 Kali

PEKANBARU (RA)- Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Muhammad Fadri menyentil pemerintah kota Pekanbaru yang kerap ngotot membubarkan lahan usaha para pedagang kaki lima.

Dengan alasan mengganggu ketertiban sekalipun, Fadri tak ingin pelaku usaha kaki lima dibubarkan paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan perangkat pemerintah.

"Saya tidak senang lihat saudara kita pedagang kaki lima digusur-gusur apalagi dengan kekerasan," kata ucap Fadri ketika berbincang dengan RiauAktual.com di DPRD Pekanbaru, Jum'at (30/11)

Menurut Fadri, pedagang kaki lima, adalah wirausaha yang gigih dan turut memajukan pembangunan di daerah. Pemerintah seharusnya memfasilitasi para pedagang kaki lima untuk tetap berwirausaha, dengan menyediakan lahan wirausaha dan tetap menjaga ketertiban.

"Namun demikian, pedagang kaki lima bisa menjalankan usahanya dengan tertib, sesuai yang diatur dan ditata pemerintahan daerah. Dengan demikian mereka bisa berusaha, dan usahanya sesuai pembangunan di Pekanbaru," tutur Fadri.

Dengan memajukan usaha mikro, angka kemiskinan akan dapat dikurangi, kesejahteraan masyarakat tumbuh, dan angka kejahatan berkurang di tengah masyarakat. "Pedagang kaki lima jaga ketertiban, kebersihan, yang dijual benar-benar bermanfaat. Kalau pedagang kaki lima makin tumbuh dengan baik, pengangguran bisa diturunkan, pengangguran turun kemiskinan turun," kata Fadri.

"Turunnya pengangguran menurunkan angka kejahatan. Pelajaran yang bisa dipetik, kejahatan sering dilakukan mereka yang tidak memiliki pekerjaan, penganggur," tuturnya.

Fadri menambahkan, tidak setuju dengan ucapan menggusur tapi alangkah baik jika bahasanya memindahkan PKL "Dengan pemerintah menyediakan lahan yang tepat untuk para pedagang berdagang," pungkasnya.(RA)

Share Tweet Google + Cetak

Loading...
Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com