Penyebab Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018, Nomor 3 Pangkal Masalah

Rabu,15 November 2017 - 00:09:20 WIB
Share Tweet Google +

Timnas Italia gagal tampil di Piala Dunia 2018. (Foto: AFP/Miguel Medina)

Riauaktual.com - TIM Nasional (Timnas) Italia gagal ambil bagian di Piala Dunia 2018. Hal itu karena Gli Azzurri –julukan Italia– kalah 0-1 dari Swedia dalam dua pertandingan yang mempertemukan mereka di Playoff Piala Dunia 2018 Zona Eropa.

Akibat kegagalan itu, empat pemain senior Italia yakni Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini dan Daniele De Rossi undur diri dari Timnas Italia. Selain itu, kegagalalan mentas di Piala Dunia merupakan yang pertama bagi Italia dalam 60 tahun terakhir.

Terakhir kali mereka gagal mentas ialah pada Piala Dunia 1958 yang berlangsung di Swedia. Sekarang yang jadi pertanyaan, mengapa Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018?

Berikut beberapa penyebab Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018:

1. Pelatih Kurang Pengalaman Internasional

Setelah mengakhiri kerja sama Antonio Conte pada musim panas 2016, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menunjuk Gian Piero Ventura sebagai pelatih. Ketika FIGC menunjuk pelatih berusia 69 tahun itu, banyak pihak yang mengernyitkan dahi. Sebab semenjak menjadi pelatih pada 1976, karier kepelatihan Ventura hanya berkutat di Negeri Piza.

Bahkan tercatat, hanya satu gelar yang diraih Ventura selama menjadi pelatih. Mantan pelatih Torino itu membawa Lecce menjadi kampiun Serie C pada 1995-1996. Karena itu tidak heran, Italia gagal menyaingi Spanyol di kualifikasi hingga akhirnya disingkirkan Swedia di playoff.

2. Salah Strategi

Ketika menangani Italia, Conte identik dengan pola 3-5-2. Dengan pola tersebut, Italia bermain solid dan bahkan menembus perempatfinal Piala Eropa 2016 dengan skuad seadanya. Ketika pertama kali menangani Italia, Ventura menggunakan formasi 3-5-2.

Namun seiring berjalannya waktu, Ventura mengubah pola 3-5-2 ke 4-2-4. Nekatnya, Ventura menggunakan formasi menyerang itu saat menghadapi Spanyol di Santiago Bernabeu. Alhasil, Italia takluk 0-3 dari Spanyol dan hasil itu bisa dibilang titik awal dari keterpurukan Italia.

Sejatinya Ventura sudah kembali ke pola 3-5-2 saat Italia menghadapi Swedia di dua pertandingan Playoff Piala Dunia 2018. Namun, perubahan yang dilakukan Ventura sudah terlambat.

3. Mental Menurun

Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Ditangani Marcelo Lippi, Italia mengalahkan negara-negara kuat macam Jerman hingga Prancis. Akan tetapi selepas Piala Dunia yang digelar di Jerman itu, mental personel Italia seakan menurun.

Terbukti di dua Piala Dunia selanjutnya (2010 dan 2014), Italia tersingkir di fase grup. Melihat hasil buruk di Piala Dunia 2010 dan 2014, sebenarnya tidak mengherankan pada akhirnya mereka gagal mentas di Rusia.

4. Terlalu Andalkan Pemain Senior

Ketika menghadapi Swedia, pemain-pemain yang mengawal pertahanan Italia berusia di atas 30 tahun. Gianluigi Buffon berusia 39 tahun, Andrea Barzagli (36 tahun), Giorgio Chiellini (33 tahun) dan Leonardo Bonucci (30 tahun).

Tidak sampai di situ, Italia juga masih mengandalkan gelandang yang kini berusia 34 tahun, Daniele De Rossi. Jelas hal itu sangat disayangkan. Sebab di saat tim-tim rival macam Spanyol, Jerman hingga Prancis mengandalkan pemain muda, Italia masih menjadikan personel veteran sebagai motor utama.


Sumber : okezone.com