Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul yang hina wartawan dimutasi

Senin,11 September 2017 - 00:43:03 WIB
Share Tweet Google +

Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan. ©humas polda lampung

Riauaktual.com - Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran perwira tingkat menengah berpangkat ajun komisaris besar dan komisaris besar. Ada yang mendapat promosi, ada yang bergeser jabatan. Salah satu yang terkena mutasi adalah Kapolres Way Kanan, Lampung AKBP Budi Asrul Kurniawan.

Dalam Surat Telegram Kapolri bernomor 2162/IX/2017 bertanggal 9 September 2017, Budi yang menghina wartawan di Lampung itu dimutasi menjadi Pamen Baintelkam Polri diarahkan pada analis kebijakan muda Ditpolitik Baintelkan Polri. Total ada 118 perwira berpangkat AKBP yang dirotasi dalam surat telegram itu.

Budi Asrul sebelumnya menghina wartawan dan media di Lampung saat saat dua wartawan Dedi Tarnando dan Dian Firasa tengah menjalankan tugas peliputan aksi penyetopan angkutan batu bara oleh masyarakat yang tergabung dalam posko mawar di simpang 4 Blambangan Umpu, Way Kanan, Minggu (27/8) dini hari.

Warga kemudian hendak menggiring mobil ke Polres Way Kanan dan hendak membuat pengaduan terkait kendaraan batubara yang memuat angkutan melebihi batas maksimum kendaraan yang merusak jalan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan tiba di lokasi dan menemui warga dan sopir angkutan batu bara. Saat itu, Budi hendak memberikan arahan kepada massa yang mencegah lajunya kendaraan angkutan batu bara sesuai hasil kesepakatan larangan melintas yang telah disepakati sebelumnya.

Setelah selesai memberikan arahan kepada massa. Dedy dan Dian mendengar dan melihat langsung bahwa AKBP Budi di hadapan kerumunan massa mengatakan 'wartawan tahi kucing, gua tidak takut'.

Namun, tidak disangka-sangka, kata Dian, setelah dia dan Dedy mencoba mengklarifikasi pernyataan Budi, bukannya penjelasan yang diterima malah lontaran pelecehan profesi wartawan semakin menjadi.

"Siapa sih yang mau baca koran sekarang ini apa lagi Koran-koran Lampung cacingan seperti itu. Sekarang ini orang sudah baca online. Lu bangun tidur bacanya apa? WhatsApp kan. Mana baca koran lagi sekarang dah tutup semua koran itu. Nonton TV juga banyak yang nonton? TV berita juga jarang ditonton, mending nonton bokep dari pada nonton berita TV," cetusnya.


Sumber : merdeka.com