Indonesia punya 463 titik lokasi harta karun

Rabu, 11 Januari 2017

ilustrasi

Riauaktual.com - Indonesia ternyata terdapat sekitar 463 titik yang diduga kuat sebagai lokasi harta karun yang belum tereksploitasi di dasar laut.

"Itu ada di Selayar, Kelarik, Cirebon, ada Anambas, 463 titik yang teridentifikasi, itu termasuk juga yang nantinya akan kita lihat," kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi seperti dikutip situs kkp.go.id hari ini.

Harta karun yang berasal dari kapal-kapal yang karam ini diduga seperti piring, gelas, dan tidak menutup kemungkinan terdapat pula emas berharga.

Tidak hanya itu, pengawasan yang dilakukan oleh KKP juga sejauh ini belum menemukan laporan mengenai pengambilan secara ilegal soal harta karun bawah laut dari BMKT.

Brahmantya menyebutkan, sampai saat ini masih belum dapat dihitung berapa nilai harta karun yang berada di bawah laut Indonesia.

Apalagi, belum lama ini telah menerbitkan moratorium izin pengambilan harta karun di bawah laut melalui Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan alias Daftar Negatif Investasi (DNI).

Dengan adanya moratorium, kata Brahmantya, negara melalui KKP akan mencoba sendiri mengangkat harta karun yang berasal dari kapal-kapal tenggelam milik dinasti Ming atau negara lain seperti Belanda, Australia dan lainnya.

"Oh total kekayaannya dalam laut belum kita bisa hitung pastinya, yang kita coba kelola itu KKP atau negara coba dalam hal ini yang angkat, anggarannya kemarin sempat disampaikan teman PSDKP. Kalau anggaran saya harus cek dulu, yang jelas kami ingin belajar mengangkat itu biaya berapa sih, kita akan coba hitung, belum ada anggarannya, artinya belum kita anggarkan khusus," tambahnya.